Analisis
Regresi Berganda dengan Menggunakan SPSS
Nama/NIM : Yusril Iqzam
Firdana (18510181)
Mata kuliah : Statistik II
Dosen pembimbing : M. Nanang
Choiruddin, S.E,. M.M
Cara mudah menganalisis Regresi
Linier berganda.
Analisis regresi linier berganda
digunakan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linear antara dua atau
lebih variabel independen dengan satu variabel dependen. Perbedaan dengan
regresi linier sederhana adalah, bahwa regresi linier sederhana hanya
menggunakan satu variabel independen dalam satu model regresi, sedangkan
regresi linier berganda menggunakan dua atau lebih variabel independen dalam
satu model regresi.
Analisis regresi linier ganda
adalah alat analisis peramalan nilai pengaruh antara dua variabela bebas atau
lebih (X) terhadap satu variabel terikat (Y) dalam rangka membuktikan ada
tidaknya hubungan fungsional atau kausal antara dua variabel bebas atau lebih
(X) tersebut terhadap satu variabel terikat (Y). Paradigma analisis regresi
linier ganda dapat digambarkan atau ilustrasikan pada gambar berikut:
Contoh: Penelitian terhadap
mahasiswa UIN Sunan Kaliaga ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara
keaktifan organisasi ekstrakurikuler dan kemandirian belajar mahasiswa terhadap
tingkat intelegensi mahasiswa FITK. Untuk keperluan tersebut, ia mengedarkan
kuisioner kepada 10 siswa Statistik itu Mudah: Menggunakan SPSS sebagai Alat
Bantu Statistik 141 sebagai responden yang berisi berisi 10 pertanyaan per
variabel. Instrumen penelitian menggunakan skala pengukuran Likert dengan skor:
(4) Sangat Setuju, (3) Setuju, (2) Tidak Setuju, dan (1) Sangat Tidak Setuju.
Taraf signifikan = 5%.
Data dianggap memenuhi asumsi dan persyaratan
anlisis yaitu data dipilih secara random, berdistribusi normal, berpola linier,
data sudah homogen dan memiliki pasangan yang sama sesuai dengan subjek yang
sama. Data total hasil jawaban variabel keaktifan ekstrakurikuler (X1 ),
kemandirian belajar (X2 ) dan intelegensi (Y) dapat dilihat pada tabel berikut:
Penghitungan menggunakan SPSS
1. Masuk ke program SPSS lalu klik
variable view pada SPSS data editor
a) Pada kolom name, ketik responden pada baris pertama, X1 pada baris
kedua, X2 pada baris ketiga, dan Y pada baris keempat.
b) Pada kolom type untuk kolom responden menjadi string, yang lain tetap.
c) Ubah angka pada kolom decimal menjadi nol.
d) Pada kolom label, kosongkan baris pertama. Ketik Keaktifan
Ekstrakurikuler pada baris kedua, Kemandirian Belajar pada baris ketiga, dan
Intelegensi pada baris keempat.
e) Pada kolom measure, ubah baris pertama menjadi nominal, baris kedua
sampai keempat menjadi ordinal.
2. Pengisian data
a) Klik data view pada SPSS data
editor.
b) Pada kolom responden, masukkan
semua responden.
c) Pada kolom X1, masukkan nilai
total jawaban untuk keaktifan ekstrakurikuler.
d) Pada kolom X2, masukkan nilai
total jawaban untuk kemandirian belajar.
e) Pada kolom Y, masukkan nilai
total jawaban untuk intelegensi.
6. Pengolahan data
a) Klik Analyze > Regression
> Linier. Statistik itu Mudah: Menggunakan SPSS sebagai Alat Bantu Statistik
143
b) Masukkan Keaktifan
ekstrakurikuler (X1 ) dan Kemandirian Belajar (X2 ) ke Independent, serta
Intelegensi (Y) ke Dependent.
c) Klik Statistics, maka akan
muncul kotak dialog “Linear Regression: Statistics”
·
Pada Regression Coefficients pilih Estimates,
Model fit, R square change, dan Descriptive.
·
Klik Continue
- Klik Plot
- Masukkan
SDRESID ke kotak Y dan ZPRED ke kotak X, Akan nampak sebagai berikut:
·
Klik Next, kemudian masukkan ZPRED ke kotak Y
dan DEPENDENT ke kotak X.
·
Pilih Histogram dan Normal probability plot.
Jika sudah selesai kemuian Klik Continue
·
Kemudian klik Continue, sehingga akan muncul
kotak dialog “Linear Regression” sebagai berikut:
- Klik
Save, pada Predicted Value, pilih Unstandarized dan Prediction Intervals,
Klik Mean dan Individu, kemudian Klik Continue.
- Klik
Options (pastikan bahwa taksiran probability dalam keadaan deafult sebesar
0,05), kemudian klik Continue.
Jika sudah yakin
betul klik OK. Kemudian akan muncul hasil output sebagai berikut.
Analisis
hasil output Regresi Ganda sebagai berikut
a) Jumlah
responden= 10 orang
b) Rata-rata
tingkat intelegensi sebesar 40,2 dengan standar deviasi 5,007. Artinya jika
dihubungkan dengan rata-rata tingkat intelegensi sebesar 40,2/orang, maka
tingkat intelegensi akan berkisar antara 40,2 5,007 tingkat dengan tingkat
keaktifan ekstrakurikuler ratarata 31,9 dan dengan tingkat kemandirian belajar
rata-rata 33,6.
c) Korelasi
secara parsial antara variabel keaktifan ekstrakurikuler (X1 ) dengan
intelegensi (Y) diperoleh nilai sebesar r = 0.938. Hal ini menunjukkan adanya
hubungan positif (searah) yang kuat antara (X1 ) dan (Y). d)
d) Korelasi secara parsial antara variabel
kemandirian belajar (X2 ) dengan tingkat intelegensi diperoleh nilai sebesar r
= 0.939. Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif (searah) yang kuat antara
(X2 ) dan (Y).
Tabel ini hanya
berisi informasi bahwa semua variabel berhasil dimasukkan (entered), tidak ada
yang dikeluarkan (removed).
Korelasi (R)
secara simultan antara variabel keaktifan ekstrakurikuler (X1 ) dan kemandirian
belajar (X2 ) terhadap tingkat intelegensi (Y) diperoleh nilai sebesar r =
0,968. R Square (korelasi koefisien) sebesar 93,8% menunjukkan kontribusi yang
disumbangkan X1 dan X2 kepada Y.
Output ANOVA
ANOVA atau analisis varian, yaitu uji
koefisien regresi secara bersama-sama (uji F) untuk menguji signifikansi
pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian
menggunakan tingkat signfikansi 0,05. Langkah-langkah uji F adalah sebagai
berikut:
1. Merumuskan Hipotesis Ho :
Working capital turnover dan Total asset turnover secara bersama-sama tidak
berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi. Ha : Working capital turnover dan
Total asset turnover secara bersama-sama berpengaruh terhadap rentabilitas
ekonomi.
2. Menentukan F hitung dan nilai Signifikansi Dari output diperoleh F
hitung sebesar 8,864 dan nilai Signifikansi sebesar 0,004.
3. Menentukan F tabel F tabel
dapat dilihat pada tabel statistik (lihat lampiran) pada tingkat Signifikansi
0,05 dengan df 1 (jumlah variabel–1) = 2, dan df 2 (n-k-1) atau 15-2-1 = 12 (n
adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen), hasil diperoleh
untuk F tabel sebesar 3,885.
4. Kriteria pengujian
Ø Jika
F hitung < F tabel maka Ho diterima
Ø Jika
F hitung > F tabel maka Ho ditolak
5. Membuat kesimpulan F hitung > F tabel (8,864 > 3,885) dan
Signifikansi < 0,05 (0,004 < 0,05) maka Ho ditolak, jadi dapat disimpulkan
bahwa Working capital turnover dan Total asset turnover secara bersama-sama
berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi.
Perbandingan
F_hitungdan F_tabel serta sig dan α:
F_hitung=52,582>F_tabel=4,74,
maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Sig.= 0,00>α=0,05,
makaH0 ditolak dan Ha diterima.
Model persamaan regresi untuk
memperkirakan tingkat intelegensi (Y) yang dipengaruhi keaktifan
ekstrakurikuler (X) adalah:
- Jika
seorang siswa tidak aktif di ekstrakurikuler dan tidak belajar mandiri (X1
dan X2 =0), maka diperkirakan tingkat intelegensinya sebesar 9,072.
Sedangkan jika tingkat keaktivan ekstrakurikuler dan kemandirian belajar
bertambah 1 poin (X1 dan X2 = 5), maka tingkat intelegensi akan naik
menjadi: Y=9,072+0,457X_1+0,493X_2 =9,072+0,457(5)+0,493(5)=13,912
- Koefisien
regresi sebesar 0,457 dan 0,493 menunjukkan besaran penambahan tingkat
intelegensi untuk setiap penambahan poin jawaban keaktifan ekstrakurikuler
dan kemandirian belajar.
Pada bagian ini
(tabel Residuals Statisticsa ) mengemukakan ringkasan hasil dari “Predicted
Value” (nilai ,yang diprediksi) yang berisi nilai Minimal, Maksimum, Mean,
Standar deviation, dan N.
Gambar ini
(Histogram) menampilkan grafik histogram
Hasil
dari Normal Probability – Plot ini menunjukkan penyebaran dari datadata yang
ada pada variabel (menggambarkan garis regresi), sebab titik-titik terletak
mendekati atau sekitar garis lurus.
Durbin-Watson,
yaitu nilai yang menunjukkan ada atau tidaknya autokorelasi dalam model
regresi. Autokorelasi adalah hubungan yang terjadi antara residual dari
pengamatan satu dengan pengamatan yang lain. Model regresi yang baik seharusnya
tidak terjadi autokorelasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi
maka nilai DW akan dibandingkan dengan DW tabel, dengan kriteria sebagai
berikut:
-
Jika DW < dL atau DW > 4-dL berarti terdapat autokorelasi.
-
Jika DW terletak antara dU dan 4-dU berarti tidak ada autokorelasi.
-
Jika DW terletak antara dL dan dU atau diantara 4-dU dan 4-dL, maka tidak
menghasilkan kesimpulan yang pasti.
Daftar Pustaka
Dr
Imam Machali, M.Pd.2015. Statistik Itu Mudah. Menggunakan SPSS Sebagai Alat
Bantu Statistik. Yogyakarta. Lembaga Ladang kata
Rochmat
Aldy Purnomo, S.E, M.Si.2016. Analisis Statistik Ekonomi dan bisnis Dengan SPSS Ponorogo.Wade Group
Dyah
Nirmala Arum Janie,S.EM.Si.2012. Statistik Deskriptif & Regresi Linier
Berganda dengan SPSS. Semarang. Semarang University Pres.
Edo
Perdana K. 2016. Oleh Data Skripsi dengan SPSS 22. Pangkalpinang. Lab Komp.
Manajemen FE UB
Fridayana
Yudiaatmaja.2013.Analisis Regresi dengan Menggunakan Aplikasi Komputer
Statistik SPSS.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama
Sangat membantu untuk mengerjakan tugas statistik terbaru saya tentang bab regresi berganda Terimakasih lurr
BalasHapusAlhamdulillah .bahasa yang digunakan mudah dipahami sehingga mudah paham dengan materi analisis regresi berganda menggunakan spss .terimakasih .
BalasHapusOke sipp. Sudah jelas
BalasHapusTerimakasih, tulisan ini sangat membantu dalam mempelajari analisis regresi linier berganda, mudah dipahami.
BalasHapusTerimakasih kak, ilmunya. Sangat membantu
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya👍
BalasHapusResume nya bermanfaat banget. Isinya jelas dan lengkap! mantapp kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSemoga bisa dapat nilai A
Bagus sekali sangat bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWahhh sangat bermanfaat sekalii materinyaa. Trimakasihh.....
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih kak
BalasHapusLengkap dan mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih kak
Terimakasii.. Semoga ilmunya manfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali materinya. Trima kasih
BalasHapusTerima kasih, materinya sangat bermanfaat
BalasHapus