REVIEW JURNAL ANALISIS OPSI
|
Judul
|
OPSI SAHAM PADA PASAR MODAL DI
INDONESIA
(STUDI PASAR OPSI SAAT PASAR OPSI
MASIH BERLANGSUNG DI BURSA EFEK INDONESIA)
|
|
Jurnal
|
Jurnal
Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
|
|
Volume& Halaman
|
Vol.
2, No. 2, Oktober 2018 , hlm 300-312
|
|
Tahun
|
2018
|
|
Penulis
|
Syanti Dewi, Ishak Ramli
|
|
Reviewer
|
Meydina Zulfa Atikah
|
|
NIM
|
17510132
|
|
Kelas
|
Analisis Sekuritas - H
|
|
Dosen Pengampu
|
M. Nanang Choiruddin,SE., MM
|
|
Kajian Teori
|
·
Pasar Opsi merupakan suatu kesepakatan antara dua pihak
yang mempunyai suatu nilai tertentu yang ditetapkan berdasarkan harga sesuatu
yang lain (Mc.Donald, 2003).
·
Apabila pada saat jatuh tempo (expiration date) pemegang
opsi tidak menggunakan haknya, maka haknya tersebut akan hilang dengan
sendirinya. Dengan demikian, opsi yang dimiliknya tidak akan bernilai lagi
(Bodie, Kane dan Marcus, 2006 : 340).
·
Lima faktor yang mempengaruhi nilai opsi antara lain : (1)
nilai dari underlying asset; semakin besar harga dari underlying asset maka
semakin besar nilai dari opsi call; (2) harga exercise, semakin rendah harga
stike maka semakin besar nilai dari opsi call; (3) nilai waktu uang, opsi
call merupakan hak untuk membeli aset suatu waktu
·di masa depan. (4)
volatilitas yang diharapkan, semakin besar volatilitas dari nilai underlying
asset maka akan semakin besar pula nilai dari opsi saham; dan (5) time to
maturity (periode waktu jatuh tempo), semakin lama masa waktu jatuh tempo
maka akan semakin besar nilai opsi (Fabozzi, 2003: 24).
·
Jenis hak yang diberikan kepada pemegangnya, opsi terbagi
menjadi dua yaitu opsi beli adalah opsi yang memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli sejumlah tertentu saham suatu perusahaan dengan
harga dan waktu tertentu. Sedangkan opsi jual memberikan hak kepada
pemegangnya untuk menjual sejumlah tertentu saham perusahaan dengan harga dan
waktu tertentu pula. Sedangkan bila berdasarkan periode waktu dan hak yang
dimilki pemegangnya, Opsi terbagi menjadi dua tipe yaitu american option
merupakan suatu tipe opsi yang mengizinkan pemilik dari opsi untuk meng-exercise
opsi tersebut kapan saja baik sebelum jatuh tempo maupun pada saat jatuh tempo.
Sedangkan, European option mengizinkan pemilik dari opsi untuk meng-exerciseopsi
hanya pada saat jatuh tempo (Sawidji Widioatmodjo, 2005: 163).
|
|
Tujuan Penelitian
|
Penelitian ini bertujuan untuk menguji
secara parsial dan simultan apakah harga saham, harga strike, time to maturity,
volatilitas harga saham, risk-free interest rate mempengaruhi harga opsi saham
saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 - 2008.
|
|
Metode
Penelitian
|
Populasi
dalam penelitian ini adalah terkait opsi saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia,
BI Rate terkait transaksi opsi saham selama tahun 2007 – 2008. Proses analisis
data dilakukan dengan menggunakan program Eviews 6. Model regresi linear berganda
yang digunakan adalah OPSI= α + β1STO + β2STK + β3TTM + β4VOL + β5RF + e
|
|
Hasil
Penelitian
|
Berdasarkan hasil penelitian dapat
diketahui bahwa harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free
interest rate secara bersama-sama signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham
baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode
2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Harga saham tidak signifikan mempengaruhi
harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan
oleh penulis, diketahui bahwa harga strike tidak signifikan mempengaruhi harga
opsi beli di Bursa Efek Indonesia, time to maturity tidak signifikan positif mempengaruhi
harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, volatilitas harga saham tidak signifikan
mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, bahwarisk-free interest
rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia.
|
|
Analisis
Jurnal
|
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa harga saham, harga strike,
time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara simultan berpengaruh
signifikan positif terhadap harga opsi
saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia
periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Hal tersebut sesuai dengan
kajian teori yang dikemukakan oleh (Fabozzi, 2003: 24) bahwa harga exercise /
strike , time to maturity dan volatilitas memiliki pengaruh terhadap harga opsi
saham. Namun pada jurnal ini memakai 3 dari 5 faktor yang memiliki pengaruh terhadap
harga saham opsi saham yang diambil dari teori (Fabozzi, 2003: 24). Sedangkan untuk harga saham
dan risk-free interest rate yang dijadikan sebagai variabel yang memiliki pengaruh
terhadap harga opsi saham selaras dengan teori dari ( Lee Lowell , 2007 : 15-16)
yang mempengaruhi nilai opsi adalah sebagai berikut: (1) stock price; (2) exercise
price; (3) volatility; (4) time to expiration; (5) Interest rate (rf); (6) dividend
payout.
Harga saham pada penelitian ini sudah sesuai dengan hasil penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh .Muravyev, Pearson dan Broussard (2013) menyatakan
harga opsi tidak memiliki informasi yang lengkap mengenai harga saham di masa
mendatang sehingga tidak bisa digunakan untuk acuan penentuan harga opsi di Indonesia
karena menyebabkan investor mengalami loss profit, khususnya pada harga opsi beli.
Variabel time maturity dan volatilitas pada penelitian ini menunjukkan
hasil tidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham. Hal tersebut tidak
sesuai dengan teori menurut (Bodie, Kane dan Marcus, 2002 : 747 – 748) yang berpendapat
bahwa time maturity dan volatilitas sangat mempengaruhi harga opsi saham baik
call maupun put. Sebab semakin lama waktu hingga eksekusi dan semakin tinggi volalitas
harga saham di pasar, semakin bernilai pula harga call option atau put option.
Harga strike price berdasarkan hasil penelitian juga tidak memiliki
pengaruh signifikan positif terhadap harga opsi saham. Hasil pengujian ini selaeas
dengan teori dari ( Tandelilin : 2010 : 451 ) yang menyatakan bahwa jika harga
strike mengalami kenaikan atau peningkatan , maka dampak yang terjadi pada harga
call option mengalami penurunan , lain halnya dengan harga put option yang akan
mengalami kenaikan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan rata - rata harga saham di
Indonesia berada di kondisi out of the money , yang secara otomatis ketika harga
strike di atas harga saham mengakibatkan pemegang kontrak mengalami loss profit.
Akan tetapi tidak terjadi pada harga opsi jual atau put option, hasil pengujian menunjukkan bahwa harga strike
signifikan positif mempengaruhi harga opsi jual di Bursa Efek dikarenakan harga
strike di atas harga saham.
Risk-free interest rate menunjukkan
hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap harga opsi saham , hasil tersebut
tidak selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Roon dan Veld (1996)
yang mengatakan bahwa opsi yang di-exercise lebih awal dipengaruhi secara signifikan
oleh interest rate dan pada tingkat yang lebih rendah, waktu jatuh tempo. Penyebab
terjadinya risk-free interest rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi adalah
periode jatuh tempo opsi yang cepat sebelum expiration date sehingga tingkat suku
bunga bebas risiko yang diambil ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui Sertifikat
Bank Indonesia (SBI) dengan jangka waktu 1 bulan di setiap bulannya tidak memiliki
pengaruh yang kuat.
|
|
Rekomendasi
|
Dalam jurnal yang berjudul "
OPSI SAHAM PADA PASAR MODAL DI INDONESIA (STUDI PASAR OPSI SAAT PASAR OPSI MASIH
BERLANGSUNG DI BURSA EFEK INDONESIA)" ini sudah dipaparkan faktor - faktor yang mempengaruhi
harga opsi saham dan juga terjadi kontradiksi hasil penelitian yang dilakukan
dengan teori dan penelitian sebelumnya. Maka dari itu rekomendasi yang saya berikan
untuk penelitian selanjutnya adalah menguji kembali mengenai harga opsi saham
dengan menambahkan faktor fundamental sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga opsi saham
, seperti : inflasi , kebijakan moneter pemerintah , Pandemi Virus Covid - 19
agar penelitian lebih bervariasi.
|
.
REVIEW JURNAL ANALISIS FUTURES
|
Judul
|
EFEKTIVITAS STRATEGI HEDGING MENGGUNAKAN
KONTRAK INDEKS LQ45 FUTURES DALAM MEMINIMALISASI RISIKO SISTEMATIS PORTOFOLIO.
|
|
Jurnal
|
Jurnal
Bisnis dan Manajemen
|
|
Volume& Halaman
|
Vol. 2,
No. 2, Februari , hlm 100 - 106
|
|
Tahun
|
2010
|
|
Penulis
|
Nadia Asandimitra Haryono
& M. Riadhos Solichin.
|
|
Reviewer
|
Meydina Zulfa Atikah
|
|
NIM
|
17510132
|
|
Kelas
|
Analisis Sekuritas - H
|
|
Dosen Pengampu
|
M. Nanang Choiruddin,SE., MM
|
|
Kajian Teori
|
·
Strong (2005:197) mendefinisikan
kontrak futures indeks saham sebagai perjanjian jual beli satuan indeks tertentu
yang telah distandarisasi, pada harga tertentu, pada masa yang akan datang dengan
waktunya telah ditentukan sebelumnya.
·
Collins dan Fabozzi (1993:3) berpendapat,
“Kegunaan utama kontrak futures indeks saham adalah sebagai sarana lindung nilai
(hedging). Melalui mekanisme hedging terjadi pemindahan risiko dari satu pihak
ke pihak yang lain”.
·
Prinsip hedging adalah menutupi
kerugian posisi awal aset dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging (Sunaryo,2007:23).
·
Strategi hedging akan efektif
jika perubahan harga spot dan futures saling menyetarakan (Floros dan Vougas,
2006:15).
|
|
Tujuan Penelitian
|
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kontrak indeks LQ45 futures efektif digunakan sebagai strategi hedging untuk meminimalisasi
risiko portofolio dan juga untuk mengukur efektivitas hedging dalam mempengaruhi
risiko sistematis portofolio.
|
|
Metode
Penelitian
|
Penelitian deskriptif karena untuk
mengetahui nilai varians hedged dan unhedged. Data yang digunakan dalam penelitian
ini tergolong data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Populasi
dalam penelitian ini yaitu data perdagangan kontrak berjangka indeks LQ45 futures
dan indeks saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia, yakni : 1) Nilai harian indeks
LQ45 periode 2004 - 2005, 2) Harga penutupan indeks LQ45 futures periode 2004
– 2005.
|
|
Hasil
Penelitian
|
Berdasarkan hasil penelitian dapat
diketahui bahwa varians return hedged portofolio lebih besar dari varians return
unhedged portofolio. Hasil penghitungan varians return hedged portofolio sebesar
11,39 dan varians return unhedged portofolio sebesar 10,49. Selanjutnya untuk
kontrak indeks LQ45 futures merupakan sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk
melakukan strategi hedging (lindung nilai), terbukti tidak efektif. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil penghitungan efektivitas hedging sebesar 9%. Besaran efektivitas
hedging jika menghasilkan hasil yang negatif, maka strategi hedging dikatakan
tidak efektif dalam meminimalisasi risiko sistematis portofolio, karena justru
menambah risiko portofolio pada pasar spot.
|
|
Analisis
Jurnal
|
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa return hedged portofolio
lebih besar dari varians return unhedged portofolio yang dapat menambah tingkat
resiko sistematis portofolio yang dimiliki investor. Hal ini bertentangan dengan
pengertian dari hedged portofolio itu sendiri yang merupakan tindakan yang dilakukan
untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure nilai tukar (Madura : 2006).
Didukung juga oleh (www.seputarforex.com) yang menjelaskan bahwa hedging memberi
kesempatan bagi trader untuk memproteksi modal dari kemungkinan rugi (loss) akibat
fluktuasi nilai tukar meski ia tengah melakukan transaksi. Selain itu prinsip
dari hedging sendiri yang menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan
dari posisi instrumen hedging (Sunaryo : 2007). Sehingga berawal dari dua hal
tersebut, seorang investor seharusnya bisa mengalihkan resiko menggunakan instrumen
derivatif salah satu yang sering digunakan adalah kontrak future untuk melindungi
(hedging) portofolio yang dimiliki. Kontrak future menurut (Bodie dkk, 2006) merupakan
kontrak berjangka untuk membeli atau menjual suatu aset dengan penyerahan dilakukan
di masa mendatang dengan harga yang telah disepakati antara dua pihak atau lebih.
Sehingga dengan melakukan aktivitas ini , investor seharusnya dapat memperoleh
keuntungan yang sesuai dengan teori dari (Strong : 2005 ) yaitu 1) Sarana yang
lebih praktis daripada melakukan penyelesaian kontrak secara fisik , karena hal
tersebut tidak praktis dan beresiko untuk dilakukan investor , 2) Sebuah kontrak
futures pemindahan sebagian atau keseluruhan risiko yang dihadapi kepada pihak
lain yang akan menanggungnya , 3) Kontrak futures membuka peluang-peluang baru
dan relatif tidak mahal bagi investor untuk mengelola risiko pasar melalui strategi
hedging karena biaya transaksi kontrak futures yang terjangkau.
Selanjutnya untuk kontrak indeks LQ45 futures merupakan sebuah instrumen
yang dapat digunakan untuk melakukan strategi hedging (lindung nilai), terbukti
tidak efektif. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Floros
: 2006) yang menyatakan bahwa penggunaan kontrak futures indeks saham dapat mengurangi
risiko sistematis portofolio. Selain itu juga hasil penelitian kontradiksi dengan
karakteristik investor indonesia yang lebih memilih menghindari resiko, apalagi
instrumen pasar saham di Indonesia sangat terpengaruh dengan berita , gejolak
sosial politik dan indeks harga saham di bursa efek (Sudarsono dan Suryanto, 2005:89)
seharusnya kontrak indeks LQ45 futures mampu melindungi investor dari resiko sistematis.
Penyebab terjadinya kontrak indeks LQ45 futures
tidak efektif di Indonesia karena perdagangan instrumen derivatif pada BEI stagnan
dan kurang berkembang, kemungkinan penyebab lambatnya perkembangan pasar derivatif
di Indonesia karena masih banyak anggapan perdagangan derivatif adalah judi (Sembel
dan Ferdinansyah, 2002 : 34). Diperkuat dengan argumen peneliti yang menyatakan
strategi hedging tidak efektif untuk dilakukan karena risiko yang akan dihadapi
justru semakin besar. Hal tersebut ditambah dengan minimnya likuiditas karena
transaksi tahunan kontrak indeks LQ45 futures yang terus menurun
|
|
Rekomendasi
|
·
Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian
kembali mengenai efektivitas indeks LQ45 futures karena terdapat kontradiksi antara
teori dan penelitian sebelumnya.
·
Penelitian selanjutnya juga bisa melakukan penelitian dampak
kontrak futures di Indonesia yang dikaitkan dengan volatilitas dan efisiensi pasar
terbilang sangat jarang dilakukan penelitian.
·
Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk melakukan penelitian
dengan menggunakan faktor fundamental seperti pengaruh kebijakan moneter , nilai
kurs , dan lain - lain terhadap kontrak futures.
|
DAFTAR PUSTAKA
Bodie dkk. (2006). Investasi, Edisi 6.
Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Floros, C. and Dimitros V.V. 2006. Hedging
Effectivinesss in Greek Stock Index Future Market 1999-2001. International
Research Journal of Finance and Economics.
Madura, Jeff. 2006. Keuangan Perusahaan
Internasional, Edisi 8. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.
Sembel, R dan T. Ferdinansyah. 2002.
Sekuritas Derivatif, Madu atau Racun?. Edisi Pertama. Jakarta : Salemba Empat.
Sunaryo, T. 2007. Manajemen Risiko
Finansial. Jakarta : Salemba Empat.
Strong. R.A. 2005. Derivatives : An
Introduction. United States : South Western.
Sudarsono dan Suryanto. 2005. News, Gejala
Sosial-Politik dan Indeks Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Keuangan
dan Perbankan. Vol. 7 No. 2.
Bodie, Kane, Marcus. 2002. Investment. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.
Eduardus Tandelilin. 2010. Portofolio dan Investasi : Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta : Kanisius
Fabozzi, Frank. J. 2000. Manajemen Investasi. Jakarta : Salemba Empat
Lowell, Lee. (2007). Get Rich With Options: Four Winning Strategies Straight
from the Exchange Floor. Second Edition. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.
Muravyev, Dmitriy., Pearson, Neil D. dan Paul
Broussanrd, John. (2013). Is There Price Discovery In The Equity Options?.
https://www.google.com/amp/s/www.seputarforex.com/amp/artikel/apa-itu-hedging-122299-31
( diakses pada tanggal 30 April 2020 pukul 07 : 17 WIB. )
Menarik sekali kak pembahasan nya.
BalasHapusMakasih ilmunya
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusterima kasih kak atas pengetahuannya seputar analysis opsi dan future.
BalasHapusDaeebak, mantulll. Sangat membantu, terimakasih mbak zulfah sudah membagikan ilmu yg bermanfaat:)
BalasHapusIlmunya sangat bermanfaat kak
BalasHapusGood review 👍👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat informatif sekali bagi pembaca
BalasHapusSingkat, jelas, padat tapi menjelaskan ssmuanya
BalasHapusPenjelasannya yg cukup, jadi nambah wawasan nih ttg reviewnya😍
BalasHapuspenjelasannya cukup jelas, uhuy terimakasih udah nambah ilmu
BalasHapusPenjelasannya sangat mudah di pahami, Terima Kasih atas Ilmunya.
BalasHapusinformasi yang diberikan bermanfaat
BalasHapusWaah aku jadi pintar abis baca ini
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya...
BalasHapusmakasi min
BalasHapusSangatt bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih, jadi lebih tau bagaimana menganalisis jurnal dengan ringkas
BalasHapus