Sabtu, 02 Mei 2020

REVIEW JURNAL ANALISIS OPSI DAN FUTURES (MEYDINA ZULFA ATIKAH / 17510132)

REVIEW JURNAL ANALISIS OPSI
Judul
OPSI SAHAM PADA PASAR MODAL DI INDONESIA
(STUDI PASAR OPSI SAAT PASAR OPSI MASIH BERLANGSUNG DI BURSA EFEK INDONESIA)
Jurnal
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Volume& Halaman
Vol. 2, No. 2, Oktober 2018 , hlm 300-312
Tahun
2018
Penulis
Syanti Dewi, Ishak Ramli
Reviewer
Meydina Zulfa Atikah
NIM
17510132
Kelas
Analisis Sekuritas - H
Dosen Pengampu
M. Nanang Choiruddin,SE., MM

Kajian Teori
·         Pasar Opsi merupakan suatu kesepakatan antara dua pihak yang mempunyai suatu nilai tertentu yang ditetapkan berdasarkan harga sesuatu yang lain (Mc.Donald, 2003).
·         Apabila pada saat jatuh tempo (expiration date) pemegang opsi tidak menggunakan haknya, maka haknya tersebut akan hilang dengan sendirinya. Dengan demikian, opsi yang dimiliknya tidak akan bernilai lagi (Bodie, Kane dan Marcus, 2006 : 340).
·         Lima faktor yang mempengaruhi nilai opsi antara lain : (1) nilai dari underlying asset; semakin besar harga dari underlying asset maka semakin besar nilai dari opsi call; (2) harga exercise, semakin rendah harga stike maka semakin besar nilai dari opsi call; (3) nilai waktu uang, opsi call merupakan hak untuk membeli aset suatu waktu
·di masa depan. (4) volatilitas yang diharapkan, semakin besar volatilitas dari nilai underlying asset maka akan semakin besar pula nilai dari opsi saham; dan (5) time to maturity (periode waktu jatuh tempo), semakin lama masa waktu jatuh tempo maka akan semakin besar nilai opsi (Fabozzi, 2003: 24).
·         Jenis hak yang diberikan kepada pemegangnya, opsi terbagi menjadi dua yaitu opsi beli adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah tertentu saham suatu perusahaan dengan harga dan waktu tertentu. Sedangkan opsi jual memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual sejumlah tertentu saham perusahaan dengan harga dan waktu tertentu pula. Sedangkan bila berdasarkan periode waktu dan hak yang dimilki pemegangnya, Opsi terbagi menjadi dua tipe yaitu american option merupakan suatu tipe opsi yang mengizinkan pemilik dari opsi untuk meng-exercise opsi tersebut kapan saja baik sebelum jatuh tempo maupun pada saat jatuh tempo. Sedangkan, European option mengizinkan pemilik dari opsi untuk meng-exerciseopsi hanya pada saat jatuh tempo (Sawidji Widioatmodjo, 2005: 163).
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara parsial dan simultan apakah harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas harga saham, risk-free interest rate mempengaruhi harga opsi saham saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 - 2008.
Metode Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah terkait opsi saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, BI Rate terkait transaksi opsi saham selama tahun 2007 – 2008. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan program Eviews 6. Model regresi linear berganda yang digunakan adalah OPSI= α + β1STO + β2STK + β3TTM + β4VOL + β5RF + e
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara bersama-sama signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa harga strike tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia, time to maturity tidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, volatilitas harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, bahwarisk-free interest rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia.
Analisis Jurnal
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara simultan berpengaruh  signifikan positif terhadap harga opsi saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Hal tersebut sesuai dengan kajian teori yang dikemukakan oleh (Fabozzi, 2003: 24) bahwa harga exercise / strike , time to maturity dan volatilitas memiliki pengaruh terhadap harga opsi saham. Namun pada jurnal ini memakai 3 dari 5 faktor yang memiliki pengaruh terhadap harga saham opsi saham yang diambil dari teori  (Fabozzi, 2003: 24). Sedangkan untuk harga saham dan risk-free interest rate yang dijadikan sebagai variabel yang memiliki pengaruh terhadap harga opsi saham selaras dengan teori dari ( Lee Lowell , 2007 : 15-16) yang mempengaruhi nilai opsi adalah sebagai berikut: (1) stock price; (2) exercise price; (3) volatility; (4) time to expiration; (5) Interest rate (rf); (6) dividend payout.
Harga saham pada penelitian ini sudah sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh .Muravyev, Pearson dan Broussard (2013) menyatakan harga opsi tidak memiliki informasi yang lengkap mengenai harga saham di masa mendatang sehingga tidak bisa digunakan untuk acuan penentuan harga opsi di Indonesia karena menyebabkan investor mengalami loss profit, khususnya pada harga opsi beli.
Variabel time maturity dan volatilitas pada penelitian ini menunjukkan hasil tidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham. Hal tersebut tidak sesuai dengan teori menurut (Bodie, Kane dan Marcus, 2002 : 747 – 748) yang berpendapat bahwa time maturity dan volatilitas sangat mempengaruhi harga opsi saham baik call maupun put. Sebab semakin lama waktu hingga eksekusi dan semakin tinggi volalitas harga saham di pasar, semakin bernilai pula harga call option atau put option.
Harga strike price berdasarkan hasil penelitian juga tidak memiliki pengaruh signifikan positif terhadap harga opsi saham. Hasil pengujian ini selaeas dengan teori dari ( Tandelilin : 2010 : 451 ) yang menyatakan bahwa jika harga strike mengalami kenaikan atau peningkatan , maka dampak yang terjadi pada harga call option mengalami penurunan , lain halnya dengan harga put option yang akan mengalami kenaikan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan rata - rata harga saham di Indonesia berada di kondisi out of the money , yang secara otomatis ketika harga strike di atas harga saham mengakibatkan pemegang kontrak mengalami loss profit. Akan tetapi tidak terjadi pada harga opsi jual atau put option,  hasil pengujian menunjukkan bahwa harga strike signifikan positif mempengaruhi harga opsi jual di Bursa Efek dikarenakan harga strike di atas harga saham.
Risk-free interest rate menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap harga opsi saham , hasil tersebut tidak selaras dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Roon dan Veld (1996) yang mengatakan bahwa opsi yang di-exercise lebih awal dipengaruhi secara signifikan oleh interest rate dan pada tingkat yang lebih rendah, waktu jatuh tempo. Penyebab terjadinya risk-free interest rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi adalah periode jatuh tempo opsi yang cepat sebelum expiration date sehingga tingkat suku bunga bebas risiko yang diambil ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan jangka waktu 1 bulan di setiap bulannya tidak memiliki pengaruh yang kuat.
Rekomendasi
Dalam jurnal yang berjudul " OPSI SAHAM PADA PASAR MODAL DI INDONESIA (STUDI PASAR OPSI SAAT PASAR OPSI MASIH BERLANGSUNG DI BURSA EFEK INDONESIA)"  ini sudah dipaparkan faktor - faktor yang mempengaruhi harga opsi saham dan juga terjadi kontradiksi hasil penelitian yang dilakukan dengan teori dan penelitian sebelumnya. Maka dari itu rekomendasi yang saya berikan untuk penelitian selanjutnya adalah menguji kembali mengenai harga opsi saham dengan menambahkan faktor fundamental sebagai salah satu  faktor yang dapat mempengaruhi harga opsi saham , seperti : inflasi , kebijakan moneter pemerintah , Pandemi Virus Covid - 19 agar penelitian lebih bervariasi.

.
















REVIEW JURNAL ANALISIS FUTURES
Judul
EFEKTIVITAS STRATEGI HEDGING MENGGUNAKAN KONTRAK INDEKS LQ45 FUTURES DALAM MEMINIMALISASI RISIKO SISTEMATIS PORTOFOLIO.
Jurnal
Jurnal Bisnis dan Manajemen
Volume& Halaman
Vol. 2, No. 2, Februari , hlm 100 - 106
Tahun
2010
Penulis
Nadia Asandimitra Haryono & M. Riadhos Solichin.
Reviewer
Meydina Zulfa Atikah
NIM
17510132
Kelas
Analisis Sekuritas - H
Dosen Pengampu
M. Nanang Choiruddin,SE., MM

Kajian Teori
·         Strong (2005:197) mendefinisikan kontrak futures indeks saham sebagai perjanjian jual beli satuan indeks tertentu yang telah distandarisasi, pada harga tertentu, pada masa yang akan datang dengan waktunya telah ditentukan sebelumnya.
·         Collins dan Fabozzi (1993:3) berpendapat, “Kegunaan utama kontrak futures indeks saham adalah sebagai sarana lindung nilai (hedging). Melalui mekanisme hedging terjadi pemindahan risiko dari satu pihak ke pihak yang lain”.
·         Prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi awal aset dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging (Sunaryo,2007:23).
·         Strategi hedging akan efektif jika perubahan harga spot dan futures saling menyetarakan (Floros dan Vougas, 2006:15).
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrak indeks LQ45 futures efektif digunakan sebagai strategi hedging untuk meminimalisasi risiko portofolio dan juga untuk mengukur efektivitas hedging dalam mempengaruhi risiko sistematis portofolio.
Metode Penelitian
Penelitian deskriptif karena untuk mengetahui nilai varians hedged dan unhedged. Data yang digunakan dalam penelitian ini tergolong data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini yaitu data perdagangan kontrak berjangka indeks LQ45 futures dan indeks saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia, yakni : 1) Nilai harian indeks LQ45 periode 2004 - 2005, 2) Harga penutupan indeks LQ45 futures periode 2004 – 2005.
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa varians return hedged portofolio lebih besar dari varians return unhedged portofolio. Hasil penghitungan varians return hedged portofolio sebesar 11,39 dan varians return unhedged portofolio sebesar 10,49. Selanjutnya untuk kontrak indeks LQ45 futures merupakan sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan strategi hedging (lindung nilai), terbukti tidak efektif. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penghitungan efektivitas hedging sebesar 9%. Besaran efektivitas hedging jika menghasilkan hasil yang negatif, maka strategi hedging dikatakan tidak efektif dalam meminimalisasi risiko sistematis portofolio, karena justru menambah risiko portofolio pada pasar spot.
Analisis Jurnal
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa return hedged portofolio lebih besar dari varians return unhedged portofolio yang dapat menambah tingkat resiko sistematis portofolio yang dimiliki investor. Hal ini bertentangan dengan pengertian dari hedged portofolio itu sendiri yang merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure nilai tukar (Madura : 2006). Didukung juga oleh (www.seputarforex.com) yang menjelaskan bahwa hedging memberi kesempatan bagi trader untuk memproteksi modal dari kemungkinan rugi (loss) akibat fluktuasi nilai tukar meski ia tengah melakukan transaksi. Selain itu prinsip dari hedging sendiri yang menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging (Sunaryo : 2007). Sehingga berawal dari dua hal tersebut, seorang investor seharusnya bisa mengalihkan resiko menggunakan instrumen derivatif salah satu yang sering digunakan adalah kontrak future untuk melindungi (hedging) portofolio yang dimiliki. Kontrak future menurut (Bodie dkk, 2006) merupakan kontrak berjangka untuk membeli atau menjual suatu aset dengan penyerahan dilakukan di masa mendatang dengan harga yang telah disepakati antara dua pihak atau lebih. Sehingga dengan melakukan aktivitas ini , investor seharusnya dapat memperoleh keuntungan yang sesuai dengan teori dari (Strong : 2005 ) yaitu 1) Sarana yang lebih praktis daripada melakukan penyelesaian kontrak secara fisik , karena hal tersebut tidak praktis dan beresiko untuk dilakukan investor , 2) Sebuah kontrak futures pemindahan sebagian atau keseluruhan risiko yang dihadapi kepada pihak lain yang akan menanggungnya , 3) Kontrak futures membuka peluang-peluang baru dan relatif tidak mahal bagi investor untuk mengelola risiko pasar melalui strategi hedging karena biaya transaksi kontrak futures yang terjangkau.
Selanjutnya untuk kontrak indeks LQ45 futures merupakan sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan strategi hedging (lindung nilai), terbukti tidak efektif. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Floros : 2006) yang menyatakan bahwa penggunaan kontrak futures indeks saham dapat mengurangi risiko sistematis portofolio. Selain itu juga hasil penelitian kontradiksi dengan karakteristik investor indonesia yang lebih memilih menghindari resiko, apalagi instrumen pasar saham di Indonesia sangat terpengaruh dengan berita , gejolak sosial politik dan indeks harga saham di bursa efek (Sudarsono dan Suryanto, 2005:89) seharusnya kontrak indeks LQ45 futures mampu melindungi investor dari resiko sistematis.
 Penyebab terjadinya kontrak indeks LQ45 futures tidak efektif di Indonesia karena perdagangan instrumen derivatif pada BEI stagnan dan kurang berkembang, kemungkinan penyebab lambatnya perkembangan pasar derivatif di Indonesia karena masih banyak anggapan perdagangan derivatif adalah judi (Sembel dan Ferdinansyah, 2002 : 34). Diperkuat dengan argumen peneliti yang menyatakan strategi hedging tidak efektif untuk dilakukan karena risiko yang akan dihadapi justru semakin besar. Hal tersebut ditambah dengan minimnya likuiditas karena transaksi tahunan kontrak indeks LQ45 futures yang terus menurun
Rekomendasi
·         Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian kembali mengenai efektivitas indeks LQ45 futures karena terdapat kontradiksi antara teori dan penelitian sebelumnya.
·         Penelitian selanjutnya juga bisa melakukan penelitian dampak kontrak futures di Indonesia yang dikaitkan dengan volatilitas dan efisiensi pasar terbilang sangat jarang dilakukan penelitian.
·         Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan faktor fundamental seperti pengaruh kebijakan moneter , nilai kurs , dan lain - lain terhadap kontrak futures.










DAFTAR PUSTAKA
Bodie dkk. (2006). Investasi, Edisi 6. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Floros, C. and Dimitros V.V. 2006. Hedging Effectivinesss in Greek Stock Index Future Market 1999-2001. International Research Journal of Finance and Economics.
Madura, Jeff. 2006. Keuangan Perusahaan Internasional, Edisi 8. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.
Sembel, R dan T. Ferdinansyah. 2002. Sekuritas Derivatif, Madu atau Racun?. Edisi Pertama. Jakarta : Salemba Empat.
Sunaryo, T. 2007. Manajemen Risiko Finansial. Jakarta : Salemba Empat.
Strong. R.A. 2005. Derivatives : An Introduction. United States : South Western.
Sudarsono dan Suryanto. 2005. News, Gejala Sosial-Politik dan Indeks Harga Saham di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol. 7 No. 2.
Bodie, Kane, Marcus. 2002. Investment. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.
Eduardus Tandelilin. 2010. Portofolio dan Investasi : Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Kanisius
Fabozzi, Frank. J. 2000. Manajemen Investasi. Jakarta : Salemba Empat
Lowell, Lee. (2007). Get Rich With Options: Four Winning Strategies Straight from the Exchange Floor. Second Edition. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.
Muravyev, Dmitriy., Pearson, Neil D. dan Paul Broussanrd, John. (2013). Is There Price Discovery In The Equity Options?.
https://www.google.com/amp/s/www.seputarforex.com/amp/artikel/apa-itu-hedging-122299-31 ( diakses pada tanggal 30 April 2020 pukul 07 : 17 WIB. )



19 komentar:

  1. Menarik sekali kak pembahasan nya.

    BalasHapus
  2. terima kasih kak atas pengetahuannya seputar analysis opsi dan future.

    BalasHapus
  3. Daeebak, mantulll. Sangat membantu, terimakasih mbak zulfah sudah membagikan ilmu yg bermanfaat:)

    BalasHapus
  4. Ilmunya sangat bermanfaat kak

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat sekali kak

    BalasHapus
  6. Sangat informatif sekali bagi pembaca

    BalasHapus
  7. Singkat, jelas, padat tapi menjelaskan ssmuanya

    BalasHapus
  8. Penjelasannya yg cukup, jadi nambah wawasan nih ttg reviewnya😍

    BalasHapus
  9. penjelasannya cukup jelas, uhuy terimakasih udah nambah ilmu

    BalasHapus
  10. Penjelasannya sangat mudah di pahami, Terima Kasih atas Ilmunya.

    BalasHapus
  11. Waah aku jadi pintar abis baca ini

    BalasHapus
  12. Sangatt bermanfaat sekali

    BalasHapus
  13. Terimakasih, jadi lebih tau bagaimana menganalisis jurnal dengan ringkas

    BalasHapus

Review Jurnal Analisis Opsi dan Future Nama / NIM : Yuni Mega Lestari / 17510175 Mata Kuliah : Analisis Sekuritas Dosen Mata Kuliah ...