Jumat, 01 Mei 2020

Review Jurnal Opsi & Future


Nama / NIM                       : Ratna Wati/ 17510051
Mata  Kuliah                      : Analisis  Sekuritas
Dosen  Mata  Kuliah      : M. Nanang  Choiruddin, SE., MM

REVIEW JURNAL PERTAMA ANALISIS OPSI
Judul  Jurnal
CEO stock options and gender from the behavioral agency model perspective Implications for risk and performance
Penulis
J. Samuel Baixauli-Soler , Maria Belda-Ruiz dan Gregorio Sanchez-Marin
Volume  dan  Halaman
Vol. 17 No. 1, dan Halaman. 68-88
Jurnal
Journal of the Iberoamerican Academy of Management
Reviewer
Ratna Wati
Tanggal  Review
28  April  2020
Tahun  Jurnal
2019
Objek  Penelitian
Periode yang dianalisis dalam penilitian ini berkisar dari tahun 2006 hingga 2013, dengan objek penelitian pengamatan CEO-tahun atas portofolio opsi saham berdasarkan keberadaan CEO perempuan. 136 pengamatan CEO dan 405 untuk CEO perempuan dan laki-laki masing-masing.
Tujuan  Penelitian
Untuk memberikan perpanjangan dari model agensi perilaku (BAM) dengan berfokus pada peran moderasi CEO gender pada hubungan antara opsi saham CEO dan risiko. Serta memberikan bukti baru terkait dalam bidang kompensasi berbasis opsi saham dengan berfokus pada perbedaan antara risiko sistematis dan idiosinkratik ketika efek opsi saham CEO dianalisis dan implikasi kinerja dan pemberian opsi kepada CEO pria dan wanita.
Pendahuluan
Mengintegrasikan teori prospek dan agensi, model agensi perilaku (BAM) yang dikembangkan oleh Wiseman and Gomez-Mejia (1998) memberikan paradigma baru tentang bagaimana perilaku pengambilan risiko eksekutif fl dipengaruhi oleh sistem insentif. Dalam speci fi c konteks opsi saham, dan dengan anggapan bahwa individu adalah penolak kerugian, BAM mengusulkan bahwa opsi saham mengurangi perilaku pengambilan risiko, dan oleh karena itu, eksekutif lebih memilih untuk melindungi opsi mereka. ' nilai intrinsik dari kemungkinan kerugian daripada berusaha untuk meningkatkannya. Ketika nilai intrinsik nihil, opsi saham tidak dapat mengakibatkan penghindaran risiko, tetapi karena nilai intrinsik meningkat, maka bantalan risiko akan meningkat (ada lebih banyak kekayaan yang berisiko), dan dengan demikian, para eksekutif menjadi semakin enggan untuk mengambil risiko. Penelitian terbaru mendukung BAM ' Prediksi dengan menunjukkan hubungan terbalik berbentuk U antara kekayaan yang diciptakan oleh opsi saham dan pengambilan risiko ( Baixauli-Soler et al., 2015 ; Martin et al., 2013 ): ketika CEO ' Kekayaan yang berisiko rendah, opsi saham mendorong CEO untuk membuat pilihan strategis yang lebih berisiko, sementara efek sebaliknya diciptakan ketika kekayaan yang berisiko meningkat ke tingkat yang substansial.
Metode  Penelitian
Sampel awal berisi 4.834 pengamatan CEO-tahun atas portofolio opsi saham berdasarkan 1.117 CEO. Namun, keberadaan CEO perempuan dalam sampel ini langka. Hanya 136 pengamatan CEO-tahun yang sesuai dengan CEO perempuan, yang mengandaikan sekitar 2,8 persen dari total sampel. Untuk bergulat dengan keterbatasan sampel yang sangat tidak seimbang antara CEO pria dan wanita, kami melakukan analisis dengan mencocokkan sampel dengan mempertimbangkan kriteria berikut: kelas industri Fama-Perancis yang sama fi kation, kesamaan dalam hal fi ukuran rm dan sama fi tahun fiskal . Kemudian, setelah penelitian ini, setiap observasi tahun-perempuan dicocokkan dengan tiga observasi tahun-pria; ini memberi kami sampel 541 pengamatan CEO-tahun, 136 dan 405 untuk CEO perempuan dan laki-laki, masing-masing. Dalam kasus ini, dihitung dari data harga saham yang diperoleh dari Compustat, volatilitas diperoleh melalui standar deviasi fi rm '
Pembahasan
Penelitian ini berfokus hanya pada satu karakteristik demografis, yaitu
jenis kelamin. Namun, fitur eksekutif lain selain gender mungkin Opsi saham CEO dan jenis kelamin. Memiliki dalam fl memengaruhi konsekuensi risiko dan kinerja dari opsi saham, termasuk usia, pengalaman, dan kualitas ( Peni, 2014 ). Untuk melengkapi garis penelitian ini, akan menarik untuk menganalisis hipotesis lebih lanjut tentang variabel demografis dan risiko / efek kinerja opsi saham. Kedua, literatur menunjukkan perbedaan sehubungan dengan wanita ' Kepemimpinan antara keluarga dan non keluarga fi rms ( Nekhili et al., 2016 ); oleh karena itu, fakta memperluas penelitian kami ke konteks keluarga akan menjadi garis penelitian lain di masa depan. Ketiga, konteks adalah variabel penting untuk dipertimbangkan ketika pengambilan risiko dianalisis dan lingkungan ekonomi eksternal mungkin membuat perbedaan (misalnya periode non-krisis versus periode krisis). Keempat, meskipun CEO adalah pengambil keputusan utama di sebagian besar fi rms, literatur sebelumnya menunjukkan bahwa opsi sutradara juga memberi fl memengaruhi pengambilan risiko strategis ( Lim dan McCann, 2013 ), dan dengan demikian, akan menarik dalam penelitian di masa depan untuk memeriksa perbedaan
gender dalam posisi dewan ( Kanadli et al., 2017 ). Selain itu, sesuai dengan sebagian besar studi kompensasi berbasis opsi yang ada, kami fokus pada CEO tanpa mempertimbangkan banyak tindakan strategis fl dari aktor internal lain di dalam fi rm, seperti Kepala Keuangan fi cer (CFO) atau manajer divisi dalam diversi fi ed korporasi. Untuk memeriksa efek potensial dari TMT ' Seluruh portofolio opsi saham dalam konteks keputusan risiko yang berbeda akan menjadi lini penelitian di masa depan. Dan fi Pertama, fakta membatasi sampel untuk CEO di AS besar fi rms membuka jalan baru untuk penelitian sebagai preferensi risiko CEO yang lebih kecil fi perusahaan atau, misalnya, Asia atau Eropa mungkin berbeda secara substansial dari pengaturan ini karena lingkungan kelembagaan yang berbeda untuk praktik tata kelola perusahaan.


1.       Pengertian Opsi Saham
Opsi  saham  adalah  kontrak yang memberikan pemegang opsi hak untuk membeli (atau menjual) suatu asset pada harga tertentu (yang telah disetujui) dan periode waktu tertentu. Opsi dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko dan memaksimumkan keuntungan dengan leverage yang lebih besar. Opsi dapat dilekatkan pada saham, komoditas, dan valuta asing. Opsi saham diterbitkan oleh investor yang menerbitkan saham untuk dijual kepada investor lainnya.
2.       Kontrak Opsi Saham
Seperti kita ketahui bersama, tujuan dari transaksi saham adalah mendapatkan keuntungan. Keuntungan dari transaksi saham bisa didapatkan dengan dua cara, yaitu melalui capital again dan dividen. Prinsip untuk mendapatkan capital again sangat sederhana.
  • Beli saham di harga rendah
  • Jual saham di harga tinggi
Jika kita bisa menerapkan prinsip tersebut, bisa dikatakan kita akan mendapatkan keuntungan dari transaksi jual beli saham. Prinsip tersebut dengan mudah kita lakukan, melihat pergerakkan harga saham bergerak setiap waktu naik dan turun. Kontrak opsi ini dimana individu yang terlibat pada kontrak mempunyai hak, bukan kewajiban, untuk membeli dan menjual aktiva finansial.
3.       Mekanisme Perdagangan Opsi
Sama seperti surat-surat (sekuritas) berharga lainnya, sekuritas opsi bisa diperdagagkan pada bursa efek ataupun pada bursa paralel (over-the-counter/OTC market). Para pedagang opsi, merupakan lembaga kliring opsi (Opsi Clearing Corporatin/ OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual opsi. Transaksi pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, yang bertindak sebagi pembeli untuk semua penjual dan pemebli dan sekaligus penjual untuk setiap pembeli.
4.       Rekomendasi
Penelitian jurnal seharusnya dilakukakan penulisan yang lebih lengkap dan jelas mengenai kajian teknik pengumpulan data, kajian teori.

REVIEW JURNAL KEDUA ANALISIS FUTURES
Judul  Jurnal
The nonlinear characteristics of Chinese stock index futures yield volatility Based on the high frequency data of CSI300 stock index futures.
Penulis
Xuebiao Wang, Xi Wang dan Bo Li
Volume  dan  Halaman
Vol. 10 No. 2, dan Halaman. 175-196
Jurnal
China Finance Review International
Reviewer
Ratna Wati
Tanggal  Review
28  April  2020
Tahun  Jurnal
2020
Tujuan  Penelitian 
·         Untuk mempertimbangkan bahwa model karakteristik volatilitas lebih masuk akal dan deskripsi volatilitas lebih jelas.
·         Menganalisis karakteristik dasar dari volatilitas hasil pasar berdasarkan data perdagangan lima menit dari indeks saham Cina CSI300 berjangka 2012-2017 oleh indeks Hurst dan tes GPH, uji Jumping AJ dan JO dan model Realized-EGARCH.
Pendahuluan
Volatilitas indeks saham berjangka CSI300. Penelitian menunjukkan bahwa pasar berjangka indeks saham CSI300 adalah heterogen, artinya investor jangka panjang lebih fokus pada fluktuasi pasar jangka panjang daripada fluktuasi jangka pendek; pengaruh komponen melompat jangka pendek pada volatilitas pasar terbatas, dan lompat jauh memiliki pengaruh negatif yang lebih besar pada fluktuasi pasar; dampak negatif dari hasil jangka panjang terbatas pada fluktuasi pasar jangka pendek, sementara, dengan periode yang diperpanjang, pengaruh negatif dari dampak jangka panjang secara bertahap meningkat.
Metode  Penelitian
Metode penelitian ini mengambil sampel perdagangan berjangka indeks saham Cina CSI 300 selama lima menit selama bulan data 2012 dan 2017 sebagai sampel, dengan mengurangi kebisingan pasar, berdasarkan pda karakteristik dasar dari indeks saham CSI 300 berjangka indeks volatilitas pendapatan pasar.
Pembahasan
Penelitian yang ada tentang volatilitas pasar berjangka dari data frekuesi tinggi, terutama fokus pada analisis fitur tunggal, dan analisis komparatif komprehensif pada karakteristik volatilitas studi kurang, pada saat yang sama dalam menyiapkan model untuk perkiraan volatilitas, berdasarkan model penelitian tentang karakteristik kurang, sehingga konstruksi model relatif subyektif, mengingat karakteristik fluktuasi modellebih masuk akal, karakterisasi volatilitas juga akan lebih banyak kekuatan penjelas. Perbedaan antara makalah ini dan literatur yang ada terletak pada bahwa makalah ini menetapkan model prediksi berdasarkan karakteristik dasar volatilitas return pasar, dan melakukan deskripsi dan studi prediksi volatilitas.

1.       Pengertian Futures
Futures adalah kontrak berjangka panjang yang bersifat mengikat atau memberi kewajiban kepada kedua belah pihak untuk membeli atau menjual underlying asset tertentu (berupa valuta asing, tingkat bunga, ekuitas, atau komoditas) berdasarkan tingkat harga yang ditetapkan saat ini yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara cash settlement di masa yang akan datang sesuai dengan expiration date yang ditetapkan di dalam kontrak tersebut. Pengertian lain dari kontrak berjangka indeks atau futures merupakan kontrak berjangka dengan menggunakan variabel pokok (underlying) suatu indeks saham. Karena ada sejumlah indeks saham, maka ada sejumlah kontrak berjangka indeks di pasar modal Indonesia disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Di BEI ada 4 kontrak berjangka pada indeks pasar saham, yaitu: (1) LQ future, (2) Mini LQ future, (3) DOW future, dan  (4) JP future.
2.       Kontrak pada Futures
Sebuah perjanjian atau komitmen dua pihak, untuk mengirimkan atau menerima instrumen finansial atau komoditas pada tanggal tertentu di masa datang, dengan harga yang telah ditentukan pada waktu penandatanganan kontrak. Pihak yang telah setuju untuk mengirim sesuatu dinamakan pihak yang menjual kontrak atau “go short”. Sedangkan pihak lain yang setuju untuk menerima dinamakan pihak yang membeli kontrak atau “ go long”. Kontrak futures mengatur bahwa individu yang terlibat kontrak berkewajiban melakukan pengiriman dan penerimaan.
3.       Manfaat Investasi Pada Kontrak Berjangka Indeks Saham
  1. Hedging adalah sebagai sarana lindung atau meminimalisir risiko yang mungkin timbul dari fluktuasi (volatility) underlying assets.
Spekulasi dengan arti, investor bisa berspekulasi dengan melakukan perdagangan indeks berjangka daripada melakukan transaksi untuk masing-masing saham. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya leverage.
  1. Arbitrase, dengan adanya arbitrase investor dapat mendapatkan keuntungan dan perbedaan antara harga pasar spot dan pasar berjangka.
4.       Rekomendasi
Penelitian jurnal seharusnya dilakukakan penulisan yang lebih lengkap dan jelas mengenai kajian teknik pengumpulan data, kajian teori dan populasi penelitian.

DAFTAR  PUSTAKA
Amrin, Abdullah. 2011. Meraih Berkah Melalui Asuransi Syariah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Baixauli-Soler, J Samuel . dkk. 2019. CEO stock options and gender from the behavioral agency model perspective Implications for risk and performance. Journal of the Iberoamerican Academy of Management, Vol. 17 No. 1, hlm. 68-88.
Hariyani  Iswi  &  Ir. R.  Serfianto.  2010.  Buku  Pintar  Hukum  Bisnis  Pasar  Modal  Strategi  Tepat  Investasi  Saham, Obligasi, Waran, Right, Opsi, Reksadana & Produk  Pasar  Modal  Syariah.  Jakarta: Transmedia  Pustaka.
Tandelilin, Eduardus.  2010.  Portofolio  Dan  Investasi  Teori  Dan  Aplikasi.  Yogyakarta: Penerbit Kanisisus.
Salim, Joko. 2012. Jangan Coba-Coba Main Saham Sebelum Baca Buku Ini.
Sumiati, dan Nur Khusniyah. 2019. Manajemen Keuangan Perusahaan. Malang: UB Press.
Sunaryo, T. 2007. Manajemen Risiko Finansial. Jakarta: Salemba Empat.
Wang, Xuebiao. dkk. 2020. The nonlinear characteristics of Chinese stock index futures yield volatility Based on the high frequency data of CSI300 stock index futures. China Finance Review International. Vol. 10 No. 2, dan hlm. 175-196


Review Jurnal Analisis Opsi


Analisis Perbandingan Keakuratan Harga Call Option dengan Menggunakan Metode Monte Carlo Simulation dan Metode Black Scholes pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Dea Linda Siti Nurmala / 1710178
Analisis Sekuritas (H)
M. Nanang Choiruddin, SE., MM

Review Jurnal terkait Analisis Opsi
Judul
Analisis Perbandingan Keakuratan Harga Call Option dengan Menggunakan Metode Monte Carlo Simulation dan Metode Black Scholes pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Jurnal
Jurnal Manajemen Indonesia
Volume & Halaman
Volume 14 Nomor 3
Tahun
2014
Penulis
Tieka Trikartika Gustyana dan Andrieta Shintia Dewi
Abstrak
Opsi adalah salah satu instrument derivative. Option merupakan investasi yang cukup menarik untuk dilakukan apabila volatilitasnya tinggi. Risiko dapat digambarkan dengan volatilitas. Volatilitas menggambarkan probabilitas yang terjadi pada harga saham dari waktu ke waktu. IHSG merupakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menggambarkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana IHSG juga merupakan indikator pergerakan harga seluruh saham di BEI.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan harga premi opsi call dengan menggunakan dua metoda yaitu black scholes dan simulais monte carlo. Data yang digunakan adalah data indeks harga saham gabungan (IHSG), dengan penentuan periode waktu jatuh tempo call option 2 bulan dan Agustus 2011 sampai dengan Agustus 2013. Berdasarkan dari hasil penelitian dengan mempergunakan Nilai price absolute error dari dua Metode yaitu Black Scholes dan Monte Carlo dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan yaitu untuk Metode Black Scholes sebesar 0.02%, sedangkan nilai price absolute error untuk Metode Simulasi Monte Carlo sebesar 2.55%. Berdasarkan nilai price absolute error dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan, Metode Simulasi Black Scholes memiliki nilai price absolute error yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Monte Carlo, maka dapat disimpulkan Metode Simulasi Black Scholes lebih akurat dibandingkan Metode Monte Carlo.
Kata kunci : Opsi, Black-Scholes, Monte Carlo
Latar Belakang
Opsi adalah salah satu instrumen derivative, dimana opsi merupakan suatu perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller/writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak (bukan kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual saham tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. (Hull, 2010). Opsi dapat digunakan untuk meminimalisasi risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan dengan daya ungkit (leverage) yang lebih besar. Dalam mengambil setiap keputusan investasi, investor akan selalu berusaha untuk meminimalisir berbagai risiko (risk) yang timbul, baik risiko yang bersifat jangka pendek maupun risiko yang bersifat jangka panjang. Risiko dapat digambarkan dengan volatilitas (Investopedia, dalam Arifullah, 2009). Dalam dunia keuangan, Volatilitas diartikan sebagai tendensi harga berubah di luar perkiraan. Perubahan harga itu dapat terjadi karena adanya informasi baru mengenai nilai perusahaan (volatilitas fundamental) atau karena kepanikan dan over reaksi para investor (volatilitas transitory).
Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia. Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI.
Sesuai dengan fungsi dari produk derivatif, opsi dibuat tentunya untuk meminimumkan risiko. Untuk itu, harga dari suatu opsi harus ditentukan sedemikan rupa agar tidak mendatangkan kerugian baik bagi pihak penerbit ataupun pembeli opsi. Pada penentuan nilai premi opsi ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan model opsi Monte Carlo dan dengan menggunakan model opsi Black Scholes, sehingga Penulis dapat membandingkan harga premi opsi dengan model opsi Monte Carlo dan model opsi Black Scholes.
Dasar Teori
Options (opsi) adalah kontrak antara dua pihak yang memberi pengambil (pembeli) hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual sejumlah saham pada harga yang telah ditentukan. Untuk memperoleh hak ini pengambil
(pembeli) membayar premi ke penulis (penjual) kontrak. Jenis opsi yang diperdagangkan ada dua macam, yaitu : (1) Call Option; dan (2) Put Option.
Call option (opsi call) merupakan kontrak perjanjian yang memberi hak kepada pembeli untuk membeli saham perusahaan tertentu dalam jumlah tertentu dari penjual opsi pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.
Put option (Opsi put) merupakan kontrak perjanjian yang memberi hak kepada pembeli untuk menjual saham perusahaan tertentu dalam jumlah tertentu dari penjual opsi pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.
Menurut gaya pelaksanaan exercise-nya, opsi dibedakan menjadi dua yaitu opsi gaya Amerika dan gaya Eropa. Opsi berdasarkan gaya Amerika dapat di-exercise kapanpun selama masa jatuh temponya belum terjadi. Sedangkan opsi bergaya Eropa hanya dapat di-exercise apabila masa jatuh temponya telah terjadi, sebelum masa jatuh temponya terjadi maka pemilik opsi tidak dapat melakukan exercise.
Terdapat tiga kelompok variabel yang secara langsung mempengaruhi harga atau nilai dari opsi. Kelompok pertama terdiri dari variabel yang berhubungan dengan harga aset dasar : Harga terkini (current price) dari aset dasar, volatilitas
dari aset dasar, dan dividen kas dari aset dasar. Kelompok kedua terdiri dari variabel yang berhubungan dengan spesifikiasi kontrak opsi : harga exercise dan jangka waktu jatuh tempo. Variabel-variabel yang termasuk dalam kelompok ketiga atau yang paling penting adalah tingkat suku bunga bebas risiko.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui perbandingan keakuratan dua buah metode terkait harga Call Option pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Objek Penelitian
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Metode Penelitian
Metode deskriptif
Hasil Penelitian
Nilai price absolute error dari dua metode yaitu Black Scholes dan Monte Carlo dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan yaitu untuk Metode Black Scholes sebesar 0.02%, sedangkan nilai price absolute error untuk Metode Simulasi Monte Carlo sebesar 2.55%. Berdasarkan nilai price absolute error dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan, Metode Simulasi Black Scholes memiliki nilai price absolute error yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Monte Carlo
Kesimpulan
Metode Simulasi Black Scholes lebih akurat dibandingkan Metode Monte Carlo

Kaitan dengan Teori atau Referensi
v  Metode Monte Carlo Simulation
Menurut Globalstats Academic, Simulasi monte carlo adalah sebuah simulasi untuk menentukan suatu angka random dari data sampel dengan berdistribusi tertentu. Tujuan simulasi Monte carlo adalah menemukan nilai yang mendekati nilai sesungguhnya, atau nilai yang akan terjadi berdasarkan distribusi dari data sampling.
Dalam dunia investasi, investor dapat memanfaatkan simulasi Monte Carlo untuk mengetahui resiko gagal bayar dari suatu instrumen investasi. Pada dasarnya, dalam dunia keuangan dan perbankan Metode simulasi Monte carlo dapat membantu kita dalam melakukan mitigasi atas resiko.
Prosedur Monte Carlo
o   Tentukan angka sampling yang akan disimulasikan
o   Temukan distribusi dari data sampling yang ada
o   Simulasi berdasarkan distribusi di atas
v  Metode Black Scholes
Salah satu pendekatan perhitungan opsi ini diperkenalkan Fischer Black dan Myron Scholes (1973) dan disebut Black – Scholes Model.
Metode Black-Scholes dapat dirumuskan sebagai berikut:
C = S0 N(d1) – Xe-rT N (d2)
P = Xe-rT N (–d2) – S0 N( –d1)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuliandi, dkk (2016) terkait perbandingan harga opsi yang diperoleh dengan model Black Scholes dan simulasi Monte Carlo dengan harga pasar, dapat dilihat bahwa model Black Scholes lebih baik dibandingkan simulasi Monte Carlo dalam menentukan harga opsi. Nilai error model Black Scholes lebih kecil dibandingkan nilai error simulasi Monte Carlo pada berbagai harga pelaksanaan. Hal ini sesuai dengan penelitian ini yang menyatakan bahwa metode Simulasi Black Scholes lebih akurat dibandingkan Metode Monte Carlo.

Rekomendasi untuk Analisis Selanjutnya
Berdasarkan periode waktu penggunaan, opsi dapat dibedakan menjadi dua yaitu opsi tipe Amerika dan opsi tipe Eropa (Yuliandi, dkk., 2016). Oleh karena itu rekomendasi saya untuk para analisator selanjutnya mungkin dapat mengaitkan kedua metode tersebut (Monte Carlo Simulation dan Black Scholes) dengan pada penentuan harga opsi tipe Amerika. Harapannya agar manfaat dari instrumen opsi itu sendiri lebih maksimal, karena instrumen opsi diciptakan untuk membatasi atau menghilangkan potensi kerugian (Hanafi, 2015: 701). Selain meminimalisir kerugian, instrumen opsi biasanya digunakan oleh perusahaan sebagai sebuah kebijakan berupa program ESOP yang merupakan suatu program kepemilikan saham oleh karyawan yang diharapkan dapat meningkatkan sense of belonging yang dapat memicu transparansi informasi dari para karyawan sehingga akan mendukung peningkatan kinerja perusahaan (Kartikasari dan Astika, 2015).

Daftar Pustaka
Gustyana, dan Andrieta Shintia Dewi. 2014. Analisis Perbandingan Keakuratan Harga Call Option dengan Menggunakan Metode Monte Carlo Simulation dan Metode Black Scholes pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jurnal Manajemen Indonesia, Vol. 14, No. 3, Desember 2014. pp. 259-268 http://journals.telkomuniversity.ac.id/ijm/article/view/387
Hanafi, Mamduh M. 2015. Manajemen Keuangan Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA
Huang, Hidayat. 2020 (31 Januari). Simulasi Monte Carlo dengan Excel. https://www.globalstatistik.com/simulasi-monte-carlo-dengan-excel/, diakses 28 April 2020, pukul 11:35
Kartikasari, Anak Agung Ayu Indah, dan Ida Bagus Putra Astika. 2015. Pengaruh Harga Eksekusi dan Jumlah Opsi saham Karyawan (ESOP) pada Kinerja Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 11, No. 3, hal. 698-712
Yuliandi, Tomi Desra, dkk. 2016. Perbandingan Metode Black Scholes dan Simulasi Monte Carlo dalam Penentuan Harga Opsi Eropa. Jurnal Matematika UNAND, Vol. 5, No. 1, hal. 7-16

Review Jurnal Analisis Futures


Analysis Of Hedging Determinants With Foreign Currency Derivative Instruments On Companies Listed On Bei Period 2012-2015

Dea Linda Siti Nurmala / 1710178
Analisis Sekuritas (H)
M. Nanang Choiruddin, SE., MM

Review Jurnal terkait Analisis Futures
Judul
Analysis Of Hedging Determinants With Foreign Currency Derivative Instruments On Companies Listed On BEI Period 2012-2015
(Analisis Faktor Penentu Lindung Nilai dengan Instrumen Derivatif Mata Uang Asing pada Perusahaan yang Terdaftar pada BEI periode 2012-2015)
Jurnal
Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI)
Volume & Halaman
Volume 6 Nomor 2
Tahun
2015
Penulis
Gatot Nazir Ahmad, Umi Mardiyati, Ahmad Shofi Nashrin
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan, leverage dan likuiditas terhadap keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat panel data dengan metode purposive sampling, dan kriteria untuk sampel adalah: (1) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek periode 2012 hingga 2015, (2) perusahaan manufaktur yang memiliki transaksi eksposur (kewajiban dan / atau aset dalam mata uang asing, (3) perusahaan manufaktur yang memiliki data yang diperlukan untuk penelitian ini. Total sampel penelitian ini adalah 106 perusahaan atau 424 pengamatan dalam waktu 4 tahun. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi logistik dengan z-statistik sebagai pengujian hipotesis untuk menguji koefisien regresi dengan alpha 5% .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan dan likuiditas positif dan signifikan mempengaruhi keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing , sementara leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing.
Kata kunci: ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan, leverage, likuiditas, lindung nilai, derivatif, manajemen risiko
Latar Belakang
Risiko yang mengancam perusahaan yang melakukan transaksi antar negara adalah risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Penerapan sistem nilai tukar mengambang di Indonesia juga menambah besar risiko fluktuasi tersebut (Guniarti, 2014). Permintaan dan penawaran atas mata uang suatu negara berfluktuasi dari waktu ke waktu dikarenakan perubahan selera produk domestik dan produk asing, perbedaan pertumbuhan dan tingkat inflasi di berbagai negara, perubahan tingkat bunga, dan sebagainya (Salvatore, 2011). Pergerakan nilai tukar mata uang asing akan sangat mempengaruhi nilai aset dan beban perusahaan yang melakukan perdagangan internasional, pelemahan mata uang dalam negeri atas mata uang asing dapat menurunkan aset perusahaan yang didominasi mata uang asing dan meningkatkan beban perusahaan yang didenominasi mata uang asing, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, mengingat risiko yang mungkin terjadi akibat perdagangan internasional, perusahaan dapat melakukan manajemen risiko untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan.
Dasar Teori
Hedging merupakan suatu strategi untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh turun-naiknya harga (Putro and Chabachib, 2012)
Hedging dilakukan oleh suatu perusahaan atau individu untuk melindungi terhadap suatu perubahan harga yang akan memberikan dampak negatif pada laba (Brigham and Houston, 2011: 379)
Derivatif merupakan suatu kontrak keuangan antara dua pihak untuk mentransaksikan suatu aset saat harga tetap pada tanggal yang akan terjadi di masa depan (Brigham and Houston, 2011: 347)
Futures mata uang adalah perjanjian kontrak berstandar dimana dua pihak berjanji untuk menukar suatu mata uang dengan mata uang yang lain dengan rate terntentu dan jumlah tertentu pada tanggal yang sudah ditentukan di masa yang akan datang. Tujuan dari kontrak futures adalah untuk mengalihkan risiko dari satu pihak ke pihak lain di dalam kontrak tersebut (Utomo, 2000)
Premium adalah biaya dimuka yang harus dibayarkan pemegang opsi untuk memiliki hak untuk memilih baik kontrak tersebut dieksekusi maupun tidak (Nguyen, 2012)
Kontrak swap adalah perjanjian antara dua pihak untuk bertukar sesuatu, biasanya kewajiban untuk melakukan sejumlah pembayaran tertentu (Brigham and Houston, 2011: 376)
Kontrak swap mata uang biasanya terjadi antara perusahan di satu negara dengan negara yang lainnya dan diperantarai oleh bank (Nguyen, 2012)
Perusahaan yang lebih besar akan cenderung lebih banyak melakukan aktivitas hedging dalam rangka melindungi perusahaan dari risiko fluktuasi nilai tukar mata uang (Guniarti, 2014)
Tujuan Penelitian
Untuk melihat pengaruh ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan, leverage dan likuiditas terhadap keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015.
Objek Penelitian
Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2015.
Metode Penelitian
Metode Purposive Sampling
Hasil Penelitian
Ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan dan likuiditas positif dan signifikan mempengaruhi keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing , sementara leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan lindung nilai dengan instrumen derivatif mata uang asing
Kesimpulan
Penelitian ini menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan hedging dengan instrumen derivatif valuta asing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015 dengan menggunakan firm size, growth opportunity, leverage dan liquidity sebagai variabel bebas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa firm size dan growth opportunity berpengaruh terhadap keputusan hedging. Perusahaan besar dan perusahaan yang memiliki kesempatan pertumbuhan yang tinggi cenderung lebih banyak melakukan aktivitas operasional luar negeri yang lebih banyak, sehingga perusahaan perlu melakukan hedging untuk mengurangi dampak dari risiko fluktuasi kurs mata uang.
Sementara leverage dan liquidity tidak berpengaruh terhadap keputusan hedging. Semakin tinggi rasio likuiditas maka akan semakin kecil kemungkinan bahwa perusahaan akan mengalami gagal bayar atas hutang lancarnya, dan tentunya risiko kesulitan keuangan yang muncul cenderung lebih rendah. Sehingga semakin besar rasio likuiditas suatu perusahaan maka semakin rendah probabilitas perusahaan melakukan aktivitas hedging karena risiko yang dihadapinya cenderung rendah.

Kaitan dengan Teori atau Referensi
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Subagya (2015) tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan hedging dengan menggunakan instrumen derivatif valuta asing, diketahui bahwa faktor leverage dan growth opportunity berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan faktor firm size dan liquidity tidak berpengaruh terhadap probabilitas kebijakan hedging. Meskipun menggunakan perusahaan yang terdaftar di BEI, hasilnya tetap berbeda dengan penelitian ini karena jangka waktu (periode) dan objek penelitian yang digunakan pun berbeda. Subagya menggunakan perusahaan non-finansial periode 2010-2014, sedangkan penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur periode 2012-2015.
Perbedaan periode bukanlah kendala utama dalam mengaitkan sebuah penelitian satu dengan penelitian lainnya. Hal ini dibuktikan oleh Irawan (2014) yang menggunakan perusahaan manufaktur sebagai objek penelitiannya dengan periode yang tidak sama dengan penelitian ini, yaitu periode 2009-2012. Perbedaanya, Irawan tidak mengikutsertakan faktor growth opportunity dalam penelitiannya sebagaimana penelitian ini, faktor yang diangkat oleh Irawan dan sama dengan penelitian ini adalah faktor leverage, firm size, dan liquidity. Faktor leverage dan liquidity berpengaruh negatif, sedangkan firm size berpengaruh positif. Hasil penelitian Irawan ini sama dengan hasil pada penelitian ini. Maka dari itu, relevansi keterkaitan hasil dari penelitian ini dipengaruhi oleh objek penelitian yang digunakan peneliti.

Rekomendasi untuk Analisis Selanjutnya
Menurut Tandelilin (2017: 46), terdapat dua jenis kontrak berjangka yaitu kontrak berjangka komoditas dan kontrak berjangka finansial (financial futures). Kontrak berjangka finansial menggunakan underlying asset (atau dikenal dengan sebutan variabel pokok) berupa efek seperti saham atau indeks saham. Di BEI, kontrak berjangka yang saat ini diperdagangkan adalah kontrak berjangka finansial, lebih khusus lagi yaitu kontrak berjangka indeks, yaitu: LQ (LQ 45) futures, Hang Seng Futures, CSI 300 futures, Nikkei futures, Mini LQ futures, DOW futures, dan JP futures.
Menurut Hanafi (2015:697), instrumen keuangan futures didesain untuk meminimalkan kelemahan instrumen forward. Secara spesifik, instrumen keuangan futures diperdagangkan oleh bursa keuangan dengan menggunakan features yang standar dan mekanisme marking to market untuk meminimalkan akumulasi kerugian.  Rekomendasi saya untuk analisator selanjutnya mungkin dapat mengkaitkan jenis perusahaan yang sama agar hasilnya lebih akurat.

Daftar Pustaka
Ahmad, Gatot Nazir, dkk. 2015. Analysis Of Hedging Determinants With Foreign Currency Derivative Instruments On Companies Listed On BEI Period 2012-2015. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), Vol. 6, No. 2, hal. 540-557 http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrmsi/article/view/820
Hanafi, Mamduh M. 2015. Manajemen Keuangan Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA
Irawan, Bahrain Pasha. 2014. “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Instrumen Derivatif Valuta Asing sebagai Pengambilan Keputusan Hedging”. Skripsi. Ekonomika dan Bisnis. Manajemen. Universitas Diponegoro. Semarang
Subagya, Ricki. 2015. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hedging dengan Menggunakan Instrumen Derivatif Valuta Asing”. Skripsi. Ekonomika dan Bisnis. Manajemen. Universitas Diponegoro. Semarang
Tandelilin, Eduardus. 2017. Pasar Modal Manajemen Portofolio dan Investasi. Yogyakarta: PT. Kanisius

Review Jurnal Analisis Opsi dan Future Nama / NIM : Yuni Mega Lestari / 17510175 Mata Kuliah : Analisis Sekuritas Dosen Mata Kuliah ...