Kamis, 30 April 2020

Review Jurnal Analisis Opsi & Future

Nama / NIM                       : Mita Ayu Safitri/ 17510031
Mata  Kuliah                      : Analisis  Sekuritas
Dosen  Mata  Kuliah      : M. Nanang  Choiruddin, SE., MM
REVIEW JURNAL 1 (ANALISIS OPSI)

Judul  Jurnal
Penentuan Harga Opsi Put Dan Call Tipe Eropa Terhadap Saham Menggunakan Model Black-Scholes
Jurnal
JURNAL GAUSSIAN
Volume  dan  Halaman
Vol. 6 No. 3, dan Hal. 407-417
Tahun  
2017
Penulis
Marthin Nosry Mooy, Agus Rusgiyono, & Rita Rahmawati
Reviewer
Mita Ayu Safitri
Tanggal  Review
27  April  2020
ISSN
2339-2541
Abstrak/Tujuan
Opsi adalah kontrak yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada individu untuk membeli atau menjual saham dengan harga tertentu pada tanggal yang ditentukan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan harga opsi adalah dengan menggunakan Model Black-Scholes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan harga opsi put dan call tipe Eropa saham Honda Motor Company, Ltd. (HMC) dengan harga penutupan saham (close price) selama satu tahun (252 Hari Kerja) sejak 2 Oktober 2015 hingga 30 September 2016.
Kajian Teori
Instrumen Derivatif, Menurut McDonald (2006), instrument derivatif didefinisikan sebagai instrumen finansial berupa perjanjian atau kontrak antara dua pihak dimana peluang atau keuntungannya terkait dengan harga aset dasar (underlying asset).
Opsi, Menurut Luenberger (1998), opsi merupakan suatu hak, bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan. Pihak yang mendapatkan hak disebut sebagai pembeli opsi (option buyer) sedangkan pihak yang menjual opsi disebut sebagai penerbit opsi (option writer).
Harga Opsi, Menurut Fabozzi dan Markowitz (2002), harga opsi merupakan cerminan dari nilai intrinsik opsi dan setiap tambahan jumlah atas nilai intrinsik.
Return, Menurut Ruppert (2011), return adalah tingkat pengembalian atau hasil yang diperoleh akibat melakukan investasi.
Volatilitas, Menurut Bittman (2009), volatilitas adalah ukuran dari perubahan harga aset tanpa memperhatikan arahnya
Objek Penelitian
Honda Motor Company, Ltd. (HMC) dengan harga penutupan saham (close price) selama satu tahun (252 Hari Kerja) sejak 2 Oktober 2015 hingga 30 September 2016.
Metode  Penelitian
-       Data dan Sumber Data: Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data penutupan harga saham, data opsi call dan opsi put. Data diambil dari https://finance.yahoo.com pada tanggal 30 September 2016.
-       Software yang digunakan adalah  software R 3.3.1. yang telah dilengkapi dengan dua package tambahan yaitu tseries dan moments.
-       Langkah Analisis: Menentukan opsi jual dan opsi beli; Mencari data harga saham yang mendasari opsi jual dan opsi beli; Menghitung gross return dari harga underlying asset (saham); Menghitung log return dari harga underlying asset (saham); Menguji kenormalan data log return saham; Menghitung nilai volatilitas yang ditentukan dari estimasi standar deviasi data log return harga saham; dan Menghitung harga teoretis opsi jual dan opsi beli.
Hasil Penelitian
1.       Data harga saham  Honda Motor Company, Ltd. tanpa pembayaran dividen yang dikumpulkan dalam frekuensi harian pada periode 2 Oktober 2015 hingga 30 September 2016 sebanyak 252 hari kerja memiliki rata-rata harga saham yaitu sebesar 28,85901 US$, dengan standar deviasi sebesar 2,532555 US$. Harga saham tertinggi adalah sebesar 33,83 US$ dan harga saham terendah adalah sebesar 24,48 US$.
2.       Berdasarkan uji kenormalan terhadap saham Honda Motor Company, Ltd. dapat disimpulkan bahwa data log return saham Honda Motor Company, Ltd. (HMC) berdistribusi Normal.
3.       Nilai Volatilitas saham Honda Motor Company, Ltd. adalah sebesar 0,2535769 atau 25,35769%. Nilai ini menunjukkan bahwa sebanyak 68,26% data Log Return tahunan saham Honda Motor Company, Ltd. berada pada interval          US$ hingga          US$.
4.       Berdasarkan perhitungan harga teoretis opsi beli (call option) menggunakan model Black-Scholes. diketahui bahwa kontrak opsi beli dengan harga Opsi 10,1 US$; 8,9 US$; dan 1,15 US$ yang diterbitkan oleh Honda Motor Company, Ltd. merupakan opsi yang direkomendasikan untuk dibeli oleh investor karena memiliki harga opsi yang lebih kecil daripada harga teoretisnya, yang berarti kontrak opsi tersebut dijual dengan murah di pasar modal.
5.       Berdasarkan perhitungan harga teoretis opsi jual (put option) menggunakan model Black-Scholes, diketahui bahwa kontrak opsi jual dengan harga Opsi 6,12 US$ yang diterbitkan oleh Honda Motor Company, Ltd. merupakan opsi yang direkomendasikan untuk dibeli oleh investor karena memiliki harga opsi yang lebih kecil daripada harga teoretisnya, yang berarti kontrak opsi tersebut dijual dengan murah di pasar modal.
A.   Keterkaitan dengan Teori atau Referensi
Opsi (Option) merupakan perjanjian atau kontrak antara dua pihak yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli atau menjual sejumlah aset tertentu dengan harga yang telah ditetapkan pada waktu mendatang (Arthur dkk, 2000: 329). Jenis-jenis opsi yang diperdagangkan ada dua macam, yaitu Call Option (opsi call), merupakan kontrak perjanjian yang memberi hak kepada pembeli untuk membeli saham perusahaan tertentu dalam jumlah tertentu dari penjual opsi pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan. Sedangkan Put Option (opsi put) merupakan kontrak perjanjian yang memberi hak kepada pembeli untuk menjual saham perusahaan tertentu dalam jumlah tertentu dari penjual opsi pada harga tertentu. (Gustyana & Andrieta, 2014: 261).
Dalam penentuan harga opsi ada beberapa model yang bisa digunakan salah satunya adalah model Black-Scholes. Model ini memiliki keuntungan yang memungkinkan untuk menghitung sejumlah besar harga opsi dan valas dalam waktu singkat tetapi model ini tidak bisa digunakan secara akurat untuk harga opsi yang menggunakan American Options, model ini hanya menghitung harga opsi pada saat jatuh tempo. (Susandy, 2006: 26). Menurut Fabozzi dan Peterson (2003), opsi mempunyai kelebihan dalam menangani risiko keuangan karena dapat digunakan untuk menentukan batas maksimal dan minimal harga aset, sehingga sangat bermanfaat untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kenaikan atau penurunan harga aset pada waktu yang ditentukan.
Hasil penelitian review jurnal menujukkan bahwa perhitungan harga teoretis opsi beli (call option) yang menggunakan model Black-Scholes merupakan opsi yang direkomendasikan untuk dibeli oleh investor karena memiliki harga opsi yang lebih kecil daripada harga teoretisnya, yang berarti kontrak opsi tersebut dijual dengan murah di pasar modal. Sedangkan untuk perhitungan harga teoretis opsi jual (put option) merupakan opsi yang direkomendasikan untuk dibeli oleh investor karena memiliki harga opsi yang lebih kecil daripada harga teoretisnya, yang berarti kontrak opsi tersebut dijual dengan murah di pasar modal. Hal tersebut berkaitan dengan definisi opsi call dimana pelaksanaan exercise dilakukan apabila ternyata harga underlying asset lebih mahal daripada harga yang telah disepakati pada opsi tersebut. (Gustyana & Andrieta, 2014: 261).
·         Semakin mahal harga underlying asset maka pemilik opsi call akan memperoleh keuntungan (in the money). Pemilik opsi call tidak akan meng-exercise apabila harga underlying asset dipasar spot lebih murah daripada harga yang tertera pada kontrak opsi tersebut, karena apabila di-exercise maka pemilik opsi akan menderita kerugian (out the money).
·         Apabila harga underlying asset di pasar spot lebih murah dari harga perjanjian, maka pemilik opsi tersebut lebih baik membeli di underlying asset tersebut di pasar, karena lebih menguntungkan.
B.    Rekomendasi
Mengingat penelitian ini hanya mengambil data bulanan dengan waktu jatuh tempo satu tahun yaitu periode 2 Oktober 2015 hingga 30 September 2016, maka rekomendasi pada penelitian-penelitian selanjutnya untuk menambah data harga penutupan saham (close price) agar memperoleh data nilai volatilitas yang lebih akurat.
Dalam penentuan harga opsi (option pricing) Eropa, penelitian selanjutnya juga diharapkan tidak hanya menggunakan metode Black-Scholes tetapi dapat dikembangkan dengan menggunakan model atau metode simulasi monte carlo yang disebut juga dengan metode statistik. Disebut metode statistik karena menggunakan rangkaian bilangan acak. Perhitungan dengan metode ini bertujuan untuk memperoleh pendugaan option pricing atau harga opsi.

REVIEW JURNAL 2 (ANALISIS FUTURES)

Judul  Jurnal
Hedging, Future Contract Dengan Option Contract Untuk Meminimalisasi Resiko Fluktuasi Kurs Valas
Jurnal
SOSIO-E-KONS
Volume  dan  Halaman
Vol. 8 No. 1, dan Hal. 72-80
Tahun  
April 2016
Penulis
Zeinora
Reviewer
Mita Ayu Safitri
Tanggal  Review
27  April  2020
Abstrak/Tujuan
Perusahaan yang melakukan transaksi internasional terutama ekspor-impor pada umumnya akan dihadapkan pada risiko perubahan kurs mata uang asing, atau memiliki eksposur mata uang asing (foreign exchange exposure). Hal ini menyebabkan perusahaan multinasional dihadapkan pada masalah kemungkinan kerugian transaksi karena fluktuasi nilai tukar, maka diperlukanlah lindung nilai. Penelitian ini bertujuan  untuk membandingkan penggunaan  option contract  dengan  future contract hedging.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara kedua instrument derivative yang berdasar kepada kajian literature.
Kajian Teori
Forward Contract, Menurut Siahaan (2008 ) definisi dari forward contract atau kontrak penyerahan kemudian adalah perjanjian antara dua pihak, dimana satu pihak diwajibkan menyerahkan sejumlah asset tertentu pada tanggal tertentu yang akan datang dan pihak lainnya wajib membayar sesuai dengan jumlah tertentu yang dikenakan atas asset pada tanggal penyerahan.
Future Contract, Menurut Hull (2006) kontrak berjangka merupakan perjanjian atau kesepakatan untuk membeli atau menjual asset tertentu pada saat tententu dengan atau pada harga tertentu dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.
Option Contract,  Menurut Madura (2000) option contract pada dasarnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu calls sebagai hak beli dan puts sebagai hak jual.
Swaps Contract, Menurut Siahaan (2008) swap merupakan kesepakatan antara dua pihak atau perusahaan untuk saling mempertahankan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) yang akan datang.
Metode  Penelitian
Kajian ini merupakan sebuah kajian literature terkait pelaksanaan kegiatan instrument derivative dalam perdagangan internasional melalui temuan data dan informasi yang berasal dari data sekunder, baik yang berasal dari textbook serta publikasi ilmiah. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah referensi bagi pelaku dalam kegiatan perdagangan internasional.
Hasil Penelitian
Pada Future kontrak penjual dapat membeli kontrak future dengan pihak lain, sehingga yang berhadapan pada akhirnya adalah pembeli kontrak future pertama dengan penjual kontrak future kedua. Hal tersebut sangat mungkin dilakukan karena dalam pasar yang terorganisir semua pihak yang terkait harus terungkap secara transparan dan dapat diungkap secara legal, sehingga dalam pasar future kemungkinan terjadinya kecurangan menjadi kecil karena terdapat lembaga pengawas pada pasar tersebut. Alternatif lainnya apabila penjual dalam kontrak future tidak menguasai obyek transaksi atau tidak berminat menjual yang dikuasainya adalah dengan membeli sekuritas pada pasar spot dan menjualnya kepada pembeli future. 
Pada Option kontrak yang pertama, Short hedge adalah tindakan melakukan lindung nilai dengan cara mengambil kontrak jual karena diperkirakan harga akan turun yang dapat merugikan komoditas atau piutang valuta asing. Kedua, long hedge Bagi pihak yang mempunyai utang dalam bentuk produk berupa barang, valuta asing atau dalam bentuk lainnya akan mengalami kerugian serius jika produk tersebut mengalami kenaikan harga di masa datang. 

  
A. Keterkaitan dengan Teori atau Referensi

Pada hasil review jurnal yang telah dipaparkan sebelumnya, hal ini berkaita dengan hedging. Hedging merupakan salah satu fungsi perdagangan berjangka, yaitu menyangkut transfer of risk. Strategi hedging digunakan untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh naik turunnya harga. Kaitan antara hedging dan derivatif memang erat, sebab derivatif menjadi salah satu teknik hedging yang banyak dan sering digunakan (Fidanti & Sukmawati: 4).
Salah satu yang sering digunakan diantaranya adalah kontrak futures dan forward. Kontrak future (futures contract) sangat mengacu pada standardisasi. Pihak yang tidak terlibat dalam perdagangan menentukan tanggal jatuh tempo kontrak, kualitas dan kuantitas barang yang akan dikirim, serta lokasi pengiriman dalam kontrak future. Untuk terlepas dalam kontrak future ini, seseorang hanya perlu membeli atau menjual kontrak yang identik dengan arah yang berlawanan dan nantinya akan membatalkan kedua posisi, sehingga posisi bersih adalah nol serta pihak yang membatalkan tersebut tidak perlu mengirim komoditas. (Beams et al., 2006:10-11).
Future biasa digunakan untuk mengunci harga komoditas atau meminimalisir fluktuasi harga barang. Dalam perkembangan perdagangan future, aset atau komoditi yang bisa diperjualbelikan tidak hanya terbatas pada komoditi pertanian dan pertambangan saja, tetapi juga sudah mencakup aset finansial seperti valuta asing (Tandellin, 2001: 298). Kelebihan dan Kekurangan Kontrak Futures memiliki kelebihan yaitu adanya kebebasan melikuidasi kontrak setiap waktu sebelum jatuh tempo dan diperdagangkan di pasar yang terorganisir dan jelas. Sedangkan kelemahan dari kontrak futures ini adalah adanya keterbatasan jumlah mata uang yang diperdagangkan dan terbatasnya tanggal penyerahan.
B.    Rekomendasi
Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat mempertimbangkan lagi adanya metode future contract hedging dengan option contract sehingga dapat diperoleh pemilihan metode yang tepat untuk meminimalisasi resiko fluktuasi kurs valas. Untuk penelitian-penelitian selanjutnya, apabila ingin meneliti metode future contract hedging dengan option contract agar dilakukan secara teliti dan mendalam lagi dengan menggunakan sampel yang lebih banyak dari berbagai macam perusahaan agar hasil yang diperoleh juga lebih akurat.  

DAFTAR  PUSTAKA
Alim, Mochammad Bagus. (2006). Analisis Forward Contract Hedging Dan Open Position Dalam Menghadapi Eksposur Valuta Asing (Studi Pada Pt “Xyz”). Kajian Ekonomi keuangan, Vol. 20 No. 2
Arthur JK, dkk. (2000). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Beams, dkk. (2006). Akuntansi Lanjutan (Advance Accounting). Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Fabozzi, F.J., & Peterson, P.P. (2003). Financial Management & Analysis. New Jersey: John Wiley & Sons
Fidanti, Sony & J. Sukmawati Sukamulja. Pengaruh Kontrak Futures Indeks Terhadap Volatilitas Underlying Spot Market Di Indonesia (Studi Pada Lq45 Futures 2001 – 2009). Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Gustyana, Tieka Trikartika & Andrieta Shintia Dewi. (2014). Analisis Perbandingan Keakuratan Harga Call Option Dengan Menggunakan Metode Monte Carlo Simulation Dan Metode Black Scholes Pada Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg). JURNAL MANAJEMEN INDONESIA Vol. 14. No. 3, Hal. 259-268
Susandy, Gugyh. (2006). Analisis Perbandingan Nilai Opsi Saham dan Opsi Valas dengan Menggunakan Model Black-Scholes (Studi Simulasi 6 saham di Bursa Efek Jakarta dan 6 Valas di Bank Indonesia). Dimensia, Vol. 3, No. 2 Mei, Hal. 17-50
Tandelilin, Eduardus, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Yogyakarta: BPFE, 2001

ANALISIS OPSI DAN FUTURE


Nama / NIM                            : Muhamad Galih Rukma Ramadhan / 17510046
Mata Kuliah                            : Analisis Sekuritas H
Dosen Mata Kuliah                 : M. Nanang Choiruddin


OPSI SAHAM PADA PASAR MODAL DI INDONESIA (STUDI PASAR OPSI SAAT PASAR OPSI MASIH BERLANGSUNG DI BURSA EFEK INDONESIA)
1.       Tujuan Penelitian 
a.       Menguji apakah harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas harga saham, risk-free interest rate secara bersama-sama mempengaruhi harga opsi saham saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia 
b.       Menguji apakah harga saham mempengaruhi harga opsi saham saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia
c.       Menguji apakah harga strike mempengaruhi harga opsi saham saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia
2.       Kajian Teori
                Pasar opsi dipasar modal Indonesia sudah tidak berjalan sejak tahun 2010, padahal opsi saham sebagai derivatif merupakan suatu instrumen keuangan yang diharapkan akan mengamankan risiko saham yang bersangkutan. Merupakan suatu kesepakatan antara dua pihak yang mempunyai suatu nilai tertentu yang ditetapkan berdasarkan harga sesuatu yang lain (Mc.Donald, 2003).
Hanafi (2004) mendefinisikan sekuritas derivatif sebagai instrumen keuangan yang nilainya tergantung dari nilai aset yang menjadi dasarnya. tujuan utama dari derivatif adalah untuk melindungi perusahaan dalam melakukan transaksi bisnis. Tujuan yang diungkapkan oleh Karimova ini dikenal dengan istilah pemagaran (hedging). Perusahaan yang menggunakan hedging dalam melakukan transaksi bisnisnya akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menggunakan atau berhenti menggunakan hedging.
Menurut Walmsley (1998), terdapat empat kegunaan dari instrumen derivatif dalam investasi bagi investor yaitu:
a.       pengalihan risiko (risk tansfer);
b.       peningkatan likuiditas (liquidity improvement);
c.       penciptaan kredit (credit creation); dan
d.       penciptaan ekuitas (equity creation).
Menurut Bodie, Kane dan Marcus (2006) Salah satu instrumen derivatif yang memegang peran penting dalam pasar derivatif adalah opsi. Opsi merupakan suatu kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak (option buyer) untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu suatu perusahaan kepada penulis opsi (option writer) dengan harga tertentu (exercise price) dalam jangka waktu tertentu (expiration date). Apabila pada saat jatuh tempo (expiration date) pemegang opsi tidak menggunakan haknya, maka haknya tersebut akan hilang dengan sendirinya. Dengan demikian, opsi yang dimiliknya tidak akan bernilai lagi.
3.       Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode populasi dan pengambilan sampel, populasi terkait opsi saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Mengingat data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data transaksi opsi saham yang terjadi pada BEI, maka penenelitian ini menggunakan data sensus transaksi saham yang terjadi pada di Bursa Efek Indonesia selama periode 2007 – 2008 (saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia). 
4.       Variabel Penelitian
Variabel yang merupakan objek penelitian ini terdiri dari : Harga Opsi Saham, Harga Saham, Harga Strike, Time to Maturity, Volatilitas Harga Saham, dan Risk-free Interest rate
5.       Hasil Penelitian
Harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara bersama-sama signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa harga strike tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia, time to maturitytidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, volatilitas harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, bahwarisk-free interest rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia
6.       Rekomendasi Jurnal
Dalam penelitian selanjutnya dalam pembahasan hasil uji yang dilakukan oleh peneliti dapat di singkat lebih jelas lagi agar tidak menyulitkan untuk para pembaca. Dan untuk penelitian selanjutnya diharapkan memakai variabel yang telah di gunakan oleh peneliti, karena dari beberapa variabel tersebut banyak menambah wawasan.

DAFTAR PUSTAKA
Bodie, Kane, Marcuz. (2002). Investments. New York : McGraw-Hill
Hanafi, 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE UGM.
McDonald, Robert L. (2003). Derivatives Market. Second Edition. Boston: Pearson Education, Inc.
Walmsley, Julian. (1998). New Financial Instruments. Second Edition.




















PENGARUH KONTRAK FUTURES INDEKS TERHADAP VOLATILITAS UNDERLYING SPOT MARKET DI INDONESIA
Review
1.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan menganalisis efek yang ditimbulkan dari adanya kontrak futures indeks (LQ45 Futures) yang berpengaruh terhadap volatilitas indeks underlying- nya, yaitu indeks LQ45. Selanjutnya, apabila benar terjadi “futures effect,” bagaimana respon pasar terhadap informasi tersebut terkait dengan fenomena market efficient. Melalui penelitian ini, selain sebagai kontribusi pada studi serupa dengan objek penelitian pasar modal Indonesia, juga sebagai salah satu acuan bagi investor dan regulator untuk mengantisipasi kemunculannya pada periode kedua ini.
2.       Kajian Teori
Menurut Hull (2008) pasar futures tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui mekanisme elektronik. Melalui mekanisme tersebut memungkinkan traders untuk masuk ke area perdagangan yang lebih luas dan bertemu lebih banyak pembeli maupun penjual.
Kontrak futures indeks atau kontrak berjangka atas indeks efek adalah kontrak atau perjanjian antara dua pihak yang mengharuskan menjual atau membeli produk yang menjadi variabel pokok di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya (Suwarno, 2003).
Bologna dan Cavallo (2002) yang menemukan bahwa volatilitas harga di pasar spot menurun dan market depth makin meningkat setelah kemunculan kontrak futures serta dampaknya dirasakan secara langsung. Market depth yang meningkat mencerminkan terjadi kenaikan efisiensi di dalam pasar. Munculnya effisiensi pasar dapat tercermin pada turunnya bid-ask spread dan meningkatnya market depth.
Spyrou (2015) menggunakan data pasar modal Athens, menemukan bahwa  para spekulator yang tidak mempunyai informasi cukup telah meningkatkan volatilitas di pasar spot. Sebaliknya, para investor yang memiliki informasi yang memadai akan mendorong peningkatan market depth dan memberikan kontribusi dalam pembentukan harga (price discovery). Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa volatilitas pasar spot tidak terpengaruh oleh adanya transaksi futures dan adanya ketidakpastian telah menurunkan transaksi futures.
Hedging merupakan transfer of risk akibat volatilitas harga, melalui perdagangan berjangka. Melalui hedging, kerugian posisi aset awal dihilangkan. Hubungan antara hedging dan derivatif amat erat. Derivatif merupakan salah satu teknik hedging yang banyak dan sering digunakan.
Mallikarjunappa and Afsal (2008) menggunakan model GARCH melihat implikasi munculnya transaksi derivatif S&P CNX Nifty dan CNX Bank Nifty terhadap volatilitas pasar spot. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan munculnya transaksi futures terhadap volatilitas spot penyertaannya. Penelitiannya membuktikan bahwa sensitivitas harga berita lama lebih tinggi selama periode pre futures dibandingkan pada periode post futures
Dari penelitian Kasman (2008) menggunakan Istanbul Stock Exchange (ISE)  dengan model asymmetric GARCH (EGARCH) pada periode Juli 2002-Oktober 2007, menemukan bahwa transaksi futures menurunkan volatilitas pasar spot, baik pengaruh jangka panjang maupun jangka pendek.
3.       Metodologi Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan harian dari indeks LQ45 periode 2000 sampai 2009. Uji ARCH-LM adalah uji Lagrange Multiplier (LM), digunakan untuk menguji residual dalam keadaan heteroskedastic atau tidak, melihat keberadaan efek ARCH dalam permodelan. Level signifikansi yang digunakan adalah 5% atau α=0,05. Apabila hasil dari probabilitas Chi-Squared (1) lebih kecil daripada 0,05, maka residual dalam keadaan homoskedastic sehingga pemodelan dapat dilanjutkan dengan menggunakan GARCH (1,1).
Pengukuran volatilitas pada data time series keuangan dengan menggunakan metode ini memang sudah banyak digunakan. Terdapat dua perhitungan dalam model GARCH, yaitu: pertama, mean equation (Yt) dan Kedua, variance equation (ht)
4.       Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah return indeks LQ45, futures indeks, volatilitas
5.       Hasil Penelitian
Hasil pengujian pada return indeks LQ45 menemukan bahwa telah terjadi volatilitas yang rendah selama keberadaan kontrak futures indeks. Akan tetapi, volatilitas ini bukan dipengaruhi oleh kontrak futures indeks. Artinya kemunculan transaksi kontrak futures tidak berpengaruh terhadap volatilitas underlying spot nya.
Hasil pengujian pada return indeks LQ45 periode sebelum dan setelah kontrak futures indeks menunjukan peningkatan efisiensi pasar terutama setelah kemunculan kontrak futures indeks.
6.       Rekomendasi Jurnal
Dalam penelitian selanjutya dapat di cantumkan lebih banyak kajian teori yang di ambil dari beberapa referensi dari buku, untuk penelitian terdahulu sebaiknya di kurangi, agar para pembaca dapat memahami teori yang terlebih dahulu sebelum masuk pada pokok pembahasan. Dan peneliti selanjutnya untuk menambah masa periode waktunya.


DAFTAR PUSTAKA
Bologna, P., dan L. Cavallo. (2002) Does the introduction of stock index futures effectively reduce stock market volatility? Is the `futures effect’ immediate? Evidence from the Italian stock exchange using GARCH. Applied Financial Economics 12, 183-192.
Kasman A., dan S. Kasman. (2008). The impact of futures trading on volatility of the underlying asset in the Turkish stock market. Physica A: Statistical Mechanics and its Applications 387 (12), 2837–2845.
Mallikarjunappa T., dan E. M. Afsal. (2008) The impact of derivatives on stock market volatility: a study of the Nifty index. Asian Academy of Management Journal of Accounting and Finance 4 (2), 43-65.
Spyrou, S.I. (2015) Index futures trading and spot price volatility evidence from an emerging market. Journal of Emerging Market Finance 4(2), 151-167


REVIEW JURNAL (OPTIONS DAN FUTURES)


OPTIONS AVAILABILITY EFFECT ON INFORMED TRADING IN M&AS

Nama / Nim                    : M. Muzanni / 17510228
Mata Kuliah                   : Analisis Sekuritas G
Dosen Pengampu           : M. Nanang Choiruddin, SE., MM

Judul
Options availability effect on informed trading in M&As
Jurnal
Managerial Finance
Publishing
Emerald Publishing Limited
Volume & Halaman
Vol. 45 No. 10/11, pp. 1382-1397
Tahun
2019
Penulis
Soniya Mohil,  Archana Patro, Reena Nayyar
Reviewer
M. Muzanni
Tanggal
28 April 2020

Latar Belakang
Perdagangan informasi memiliki hubungan yang kuat dengan pasar opsi, karena risiko di pasar opsi terbatas pada premium, leverage tinggi dan biaya transaksi lebih sedikit (Amin, et all: 1997). Jadi, pedagang yang diinformasikan baik sepenuhnya pindah ke pasar opsi atau bermigrasi antara pasar saham dan opsi untuk mendapatkan AR (Abnormal Return) untuk menggunakan informasi rahasia yang mereka miliki tentang pengumuman M&A (Merger & Akuisisi) yang akan datang. Ini benar-benar berlaku untuk perusahaan dengan status daftar opsi, jika tidak, pedagang yang diinformasikan tidak punya pilihan selain menyesuaikan pedagang mereka hanya dengan transaksi pasar saham. Jika pedagang yang terinformasi pindah dari atau bermigrasi antara pasar saham ke pasar opsi, maka perdagangan saham akan berbeda untuk perusahaan yang dipilih dan yang tidak memiliki opsi sebelum pengumuman M&A. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memeriksa apakah status daftar opsi dari perusahaan yang mengakuisisi mempengaruhi perdagangan berbasis informasi di pasar saham sebelum pengumuman M&A.

Kajian Teori
Menurut (Spyrou et al, 2011) Perdagangan informasi memiliki hubungan yang kuat dengan pasar opsi. Mereka menunjukkan bahwa hanya perusahaan target yang tidak memiliki pilihan yang mengalami perdagangan abnormal yang signifikan, sedangkan pedagang yang terinformasi pindah ke pasar opsi sebelum pengumuman M&A. Mereka juga menyoroti bahwa probabilitas perdagangan informasi mungkin bervariasi, tetapi beberapa pedagang informasi selalu hadir sebelum pengumuman. Reformasi peraturan akan menurunkan tingkat perdagangan informasi (Ordu dan Schweizer et al, 2015). 

Penelitian terdahulu
Cao et al. (2005) meneliti dengan membandingkan perusahaan target pilihan dan non-pilihan dan menemukan bahwa pedagang informasi bermigrasi dari pasar saham sebelum pengumuman M&A jika target yang mendasarinya memiliki ketersediaan opsi.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketersediaan opsi pada perdagangan informasi, yang terjadi jauh sebelum pengumuman merger dan akuisisi (M&A) bersama dengan periode krisis dan efek regulasi.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metodologi studi acara untuk 864 pengumuman M&A yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakuisisi India untuk menghitung pengembalian abnormal dan juga memeriksa volatilitas dan volume panggilan yang tersirat, menempatkan opsi untuk pemeriksaan ketahanan. Pemilihan data dan sampel Untuk menguji hipotesis yang disebutkan di atas, peneliti memulai analisis dengan mengambil sampel semua M&A yang diumumkan oleh pengakuisisi India antara Januari 2004 dan April 2017. Data pengumuman M&A diperoleh dari basis data Bloomberg dan PROWESS, dan diperiksa silang dengan berkonsultasi dengan situs web khusus perusahaan. Harga saham harian dan data volatilitas tersirat (IV) juga diambil dari database Bloomberg. Data pasar opsi diambil dari situs web resmi NSE.

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang yang berpengetahuan menggunakan informasi rahasia tentang pengumuman M&A yang akan datang, terutama ketika opsi alat pasar tersedia untuk digunakan bersama dengan saham. Hasil penting lainnya adalah besarnya dan kemungkinan perdagangan informasi di pasar saham dari para pengakuisisi India pilihan meningkat secara signifikan selama dan segera setelah periode krisis. Alasannya adalah bahwa para pedagang yang berpengetahuan menganggap turbulensi dalam perekonomian sebagai cukup berisiko dan mereka akhirnya melakukan lindung nilai risiko atau mendapatkan AR berdasarkan informasi sensitif harga (UPSI) yang tidak dipublikasikan tentang pengumuman akuisisi. Peluang yang mendasari lebih luas ketika perusahaan yang mengakuisisi memiliki pasar opsi bersama, jadi pedagang yang mendapat informasi menjadi lebih lazim dalam kondisi seperti itu. Hasilnya juga menunjukkan bahwa pedagang yang diinformasikan tidak terlibat dalam pembelian saham ketika reformasi peraturan baru diperkenalkan. Studi ini memperhatikan bahwa status daftar opsi adalah kondisi khusus di mana kemungkinan perdagangan informasi lebih tinggi dan memiliki implikasi bagi analis, pedagang reguler, dan otoritas regulasi. Bukti empiris dari penelitian ini memberikan dasar untuk mengukur perdagangan informasi lebih hati-hati sesuai ketersediaan opsi, bersama dengan pertimbangan lain seperti krisis dan dampak peraturan.

KORELASI DENGAN TEORI ATAU REFRENSI
Perdagangan informasi memiliki hubungan yang kuat dengan pasar opsi, karena  risiko di pasar opsi adalah terbatas pada premium, leverage tinggi dan biaya transaksi lebih kecil. Sebagaimana yang dikemukakan oleh (Valeri Zakamouline, 2003) bahwa di dalam pasar opsi yang terdapat biaya transaksi (transaction cost), pemegang American Option akan mengeksekusi opsinya lebih cepat bila dibandingkan dengan tanpa adanya biaya transaksi. Semakin tinggi level biaya transaksi atau semakin tinggi pemegang opsi (option holder) dalam menghindari risiko, semakin cepat pula pemegang American Option untuk meng-exercise opsinya. Berbicara mengenai opsi, Menurut (Hull, 2009: 6) Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemiliknya untuk membeli atau menjual saham pada waktu tertentu dan pada harga yang tertentu pula. Opsi adalah bentuk turunan yang memberikan hak menjual atau membeli suatu aset berupa mata uang, komoditi atau saham pada harga tertentu dan waktu tertentu. Opsion ini memiliki sipat jatuh tempo (Agus Wibowo, 2017:08).
Menurut (Fabozzi, 2003: 24) Ada lima faktor yang mempengaruhi nilai opsi antara lain: (1) nilai dari underlying asset; semakin besar harga dari underlying asset maka semakin besar nilai dari opsi call; (2) harga exercise, semakin rendah harga stike maka semakin besar nilai dari opsi call; (3) nilai waktu uang, opsi call merupakan hak untuk membeli aset suatu waktu di masa depan. Dan dikarenakan opsi merupakan pembelian di masa depan maka semakin besar biaya kesempatan, akan semakin besar pula nilai opsi; (4) volatilitas yang diharapkan, semakin besar volatilitas dari nilai underlying asset maka akan semakin besar pula nilai dari opsi saham; dan (5) time to maturity (periode waktu jatuh tempo), semakin lama masa waktu jatuh tempo maka akan semakin besar nilai opsi.  Pengaruh harga saham dan harga eksekusi opsi terhadap nilai opsi saham baik call option maupun put option dapat dijelaskan melalui perhitungan nilai intrinsik opsi saham. Waktu hingga eksekusi opsi dan volalitas harga saham di pasar memiliki hubungan positif dengan nilai opsi saham baik call maupun put. Semakin lama waktu hingga eksekusi dan semakin tinggi volalitas harga saham di pasar, semakin bernilai pula harga call option atau put option. (Bodie, Kane dan Marcus, 2006 : 747-748).

REKOMENDASI UNTUK ANALISIS SELANJUTNYA
Rekomendasi bagi analis selanjutnya disarankan untuk menganalisis menganai perdagangan informasi dapat dilacak secara langsung dan lengkap sampai para pedagang informasi melaporkan semua transaksi mereka berdasarkan UPSI dan strategi opsi yang diidentifikasi. Selain itu disarankan untuk menganalisis mengenai studi dalam mengidentifikasi strategi opsi yang tepat yang diadopsi oleh pedagang yang memiliki informasi sebelum pengumuman M&A. Pengaruh ketersediaan opsi pada perdagangan informasi juga dapat diperiksa untuk pengumuman perusahaan lainnya. Dan Juga untuk menganalisis menganai studi-studi pada ekonomi maju, sedangkan rezim regulasi secara relatif lebih kuat daripada dinamika regulasi di negara berkembang seperti India.

DAFTAR PUSTAKA
Bodie, Kane dan Marcus. (2006) Investments, Edisi Keenam. Jakarta: Salemba Empat
Fabozzi, Frank J. (2003) Manajemen Investasi, Buku dua. Jakarta: Salemba Empat
Hull, John C. (2009) Options, Futures, and Other Derivatives, Seventh Edition. New Jersey: Pearson Education Upper Saddle River
Zakamouline, Valeri. (2003) American Option Pricing with Transaction Costs. University Library of Munich, Germany
Wibowo, Agus. (2017) Investasi Valuta Asing. Yoyakarta: CV. Andi Offset
Soniya, M., Archana, P., and Reena, N. (2019), “Options availability effect on informed trading in M&As”, Managerial Finance, Vol. 45 No. 10/11, pp. 1382-1397

                                                          

LIQUIDITY HEDGING WITH FUTURES AND FORWARD CONTRACTS

Nama / Nim                    : M. Muzanni / 17510228
Mata Kuliah                   : Analisis Sekuritas G
Dosen Pengampu           : M. Nanang Choiruddin, SE., MM

Judul
Liquidity hedging with futures and forward contracts
Jurnal
Studies in Economics and Finance
Publishing
Emerald Publishing Limited
Volume & Halaman
Vol. 36 No. 2, pp. 265-290
Tahun
2019
Penulis
Yong Jae Shin & Unyong Pyo
Reviewer
M. Muzanni
Tanggal
28 April 2020

Latar Belakang
Perusahaan dapat menggunakan derivatif keuangan untuk mengelola risiko likuiditasnya menggunakan kontrak futures, yang merupakan alat manajemen risiko yang paling likuid dan nyaman. Namun, ketika perusahaan terus-menerus kehilangan arus kas dalam operasi jangka panjang, lindung nilai dengan kontrak futures saja tidak cukup untuk tetap solvent karena perusahaan tidak dapat menunda penyelesaian kas pada kontrak futures karena persyaratan mark-to-market. Sebaliknya, kontrak forward tidak memerlukan penyelesaian tunai interim sebelum jatuh tempo. Ketika hedging menggunakan kontrak forward kehilangan uang, perusahaan mengakumulasi liabilitas dan membawanya sampai jatuh tempo. Dengan menggunakan kontrak forward, perusahaan tampaknya memperoleh pinjaman dari jalur kredit yang jatuh tempo bersamaan dengan kontrak karena kewajiban terakumulasi ke hutang perusahaan yang ada. Meskipun sifat jalur kredit implisit yang dibangun dalam kontrak ke depan memberikan peluang hedging untuk operasi jangka panjang, itu juga menciptakan komplikasi sehubungan dengan nilai utang berisiko karena perusahaan harus secara endogen menentukan nilainya bersama dengan keberisikoan utang. Artinya, perusahaan harus mengevaluasi perubahan nilai baik dalam utang berisiko yang ada dan nilai perusahaan ketika melakukan hedging likuiditas menggunakan kontrak forward. Namun, jika perusahaan memperdagangkan kontrak forward dan kemudian menerbitkan utang berisiko, yang secara bersamaan jatuh tempo dengan kontrak forward, ia dapat menghindari potensi komplikasi pada nilai perusahaan.

Kajian Teori
Menurut Mello dan Parsons (2000, MP) hedging dan likuiditas menyajikan model dinamis berkelanjutan, di mana perusahaan yang mengalami kendala finansial menerima manfaat dari hedging dengan kontrak futures dan meningkatkan nilainya lebih besar daripada yang diperoleh tanpa hedging. Model mereka menekankan manfaat dari peningkatan likuiditas dari hedging dan menunjukkan bahwa hedging yang optimal meminimalkan varians dalam nilai likuiditas saldo kas daripada varians dalam nilai perusahaan atau arus kas. Mereka menggunakan contoh numerik waktu diskrit untuk menunjukkan bahwa perusahaan dapat meningkatkan nilainya dengan mengurangi biaya bobot mati melalui hedging. Namun, MP membatasi perusahaan untuk menerbitkan hanya utang tanpa risiko dan hedging masalah likuiditas dengan hanya kontrakfutures. Sementara contoh numerik mereka bekerja dengan baik untuk operasi jangka pendek, model mereka tidak dapat menghindari likuidasi dengan biaya bobot mati jika perusahaan harus tetap terbuka dalam cakrawala yang panjang.
Hedging yang efisien harus mendistribusikan kembali saldo kas di berbagai negara bagian dan periode, seperti dibahas di atas dalam MP. Namun, hedging dengan kontrak futures seperti dalam model MP memungkinkan untuk mendistribusikan kembali uang tunai hanya di seluruh negara yang berbeda karena kontrak futures memerlukan penyelesaian kas harian. Di sisi lain, kontrak forward tidak memerlukan penyelesaian tunai sementara. Hedging dengan kontrak forward dapat mendistribusikan kembali uang tunai dalam periode yang berbeda. Utang berisiko diterbitkan hanya untuk menutupi kekurangan kas yang tersisa setelah hedging dengan kontrak futures dan forward. Karenanya, utang berisiko dapat dikeluarkan pada tingkat minimal. Kami mengizinkan perusahaan untuk mengeluarkan utang berisiko hanya sekali untuk menghindari penundaan likuidasi dari penerbitan utang tambahan ex post. Kemudian, muncul pertanyaan tentang jumlah utang berisiko yang sesuai untuk perusahaan. Perdagangan kontrak berjangka dapat mengurangi jumlah utang berisiko yang dikeluarkan. Oleh karena itu, hedging dengan kontrak futures dan kontrak forward memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan nilai perusahaan lebih tinggi daripada yang dicapai dari hedging dengan kontrak futures saja.

Penelitian terdahulu
Gamba dan Triantis (2014) meneliti manajemen risiko perusahaan dengan menggabungkan manajemen likuiditas, lindung nilai dengan derivatif dan kebijakan operasi yang fleksibel. Mereka menemukan hasil bahwa likuiditas sangat penting untuk membenarkan cadangan kas yang tinggi dan bahwa nilai marginal dari lindung nilai menggunakan derivatif rendah. Mereka juga menemukan bahwa leverage operasi mempengaruhi efek substitusi yang kompleks secara non-monotonik.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi hedging menggunakan kontrak futures dan forward dan menerbitkan utang berisiko ketika perusahaan-perusahaan yang mengalami kendala keuangan dipaksa untuk beroperasi dalam jangka panjang.

Metode Penelitian
Peneliti menyajikan model untuk mengembangkan strategi lindung nilai dengan menggunakan kontrak futures dan forward dan mengeluarkan utang berisiko. Model teoritis yang menggunakan persamaan diferensial stokastik untuk hedging ke depan diilustrasikan dengan contoh numerik atas nilai parameter yang konsisten dengan literatur.
 
Hasil Penelitian
Perusahaan yang mengalami kendala keuangan dengan saldo kas terbatas harus melakukan lindung nilai likuiditasnya dengan kontrak futures dan forward dan menerbitkan utang berisiko untuk mendukung operasi jangka panjangnya. Perusahaan dapat mengeluarkan jumlah minimal utang berisiko dengan menambahkan kontrak forward ke dalam hedging dan dapat meningkatkan nilainya lebih tinggi dari itu ketika hedging dengan hanya kontrak futures. Kami menunjukkan secara numerik bahwa hedging dengan kontrak futures dan kontrak forward memungkinkan perusahaan menerbitkan utang berisiko minimal dalam meningkatkan nilai perusahaannya. 
Meskipun MP menunjukkan bahwa lindung nilai dengan kontrak futures meningkatkan masalah likuiditas di perusahaan yang memiliki keterbatasan finansial, strategi seperti itu mungkin tidak bekerja dengan baik untuk operasi jangka panjang karena perusahaan dapat kehilangan arus kas di hampir setiap negara bagian dalam jangka panjang. Kami mempelajari bagaimana hedging masalah likuiditas dengan kontrak futures dan kontrak forward untuk operasi jangka panjang mengurangi biaya deadweight ke perusahaan yang lebih terbatas secara finansial daripada menggunakan kontrak futures saja. Kami menetapkan model dinamis dari kebijakan operasi dan keuangan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan hedging likuiditas dengan kontrak futures dan forward dan untuk menerbitkan utang berisiko hanya sekali untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan. 

KORELASI DENGAN TEORI ATAU REFRENSI
Dalam mengelola risiko likuiditasnya dapat menggunakan kontrak futures, Menurut (Wibowo, 2017:08) Futures adalah bentuk transaksi untuk membeli atau menjual pasangan mata uang tertentu dengan harga yang telah ditentukan, diwaktu yang akan datang. Itulah kenapa disebut sebagai futures. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan sejumlah produk derivatif sebagai alternatif produk investasi bagi para investor. Salah satu produk yang dipersiapkan adalah produk Futures. Secara teoretis, produk futures merupakan perjanjian antara dua pihak untuk membeli atau menjual sejumlah underlying asset pada harga saat ini dan wajib diselesaikan pada waktu tertentu di masa yang akan datang. Dengan fitur yang ada tersebut maka produk Futures selain digunakan sebagai alternatif investasi, produk Futures juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko ketidakpastian pergerakan harga underlying asset yang terjadi pada masa depan (Hedging) (GI News, 2020).
Menurut (Hull, 2008: 5) menyatakan kontrak futures hampir sama dengan kontrak forward pada perjanjian untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa yang akan datang dengan harga yang tertentu. Namun, kontrak futures diperdagangkan pada lantai bursa sedangkan kontrak forward diperdagangkan pada pasar over-the-counter. Kontrak-kontrak tersebut dapat dipergunakan untuk mengurangi risiko harga komoditas, risiko valas, ataupun instrumen keuangan (karena kontrak future dapat dilakukan untuk komoditas ataupun instrumen keuangan), tapi dapat juga untuk berspekulasi (Husnan, 2005:410). Kontrak futures merupakan kegiatan usaha yang dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai (hedger) dan para investor serta spekulator yang memanfaatkan transaksi futures untuk berinvestasi dan mengharapkan keuntungan dari investasi dimaksud (Wijaya, 2005:21).

REKOMENDASI UNTUK ANALISIS SELANJUTNYA
Rekomendasi bagi analis selanjutnya untuk mengalisis mengenai kontrak alternatif lain yang dapat digunakan untuk menerapkan hedging likuiditas. Selain kontrak futures dan kontrak forward, perusahaan juga dapat melakukan hedging likuiditas dengan menggunakan swap dan opsi, hal ini menarik untuk dianalisis lebih lanjut. Swaps berbagi karakteristik umum dengan kontrak forward dalam arti bahwa keduanya tidak memerlukan penyelesaian tunai interim dan keduanya memiliki dampak pada nilai perusahaan dengan berpotensi memicu perjanjian utang melalui akumulasi kerugian dari kontrak. Sebaliknya, futures, forward dan swap membutuhkan perusahaan untuk memperbaiki cakrawala operasinya terlebih dahulu. Sebagai contoh, anggaplah suatu perusahaan mengharapkan untuk beroperasi untuk jangka panjang dan lindung nilai likuiditasnya menggunakan kontrak forward. Jika perusahaan dijual sebelum kontrak forward jatuh tempo, itu mungkin menderita kerugian dari arus kas yang merugikan yang kemudian menyebabkan kontrak forward, dan kontrak forward mungkin tidak dilindungi dari default. Ketika perusahaan menghadapi ketidakpastian dalam cakrawala operasinya, perusahaan harus melakukan hedging likuiditas menggunakan kontrak opsi yang jatuh tempo dalam interval waktu yang cukup lama untuk operasi yang diperluas. Meskipun perusahaan dapat dijual kapan saja dengan nilai penuhnya, potensi kerugian pada kontrak opsi akan dibatasi pada premi awal yang dibayarkan untuk opsi tersebut. Namun, perusahaan paling banyak harus rela kehilangan premi awal untuk membeli opsi untuk tujuan hedging.

DAFTAR PUSTAKA
Asnawi, S., K dan Wijaya, C. (2005) Riset Keuangan: Pengujian-Pengujian Empiris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
GI News, Berita Galeri Investasi, Edisi 1 April 2020
Hull, Jhon C. (2008) Fundamentals of Future and Option Market, Sixth Edition. New Jersey: Pearson PracticeHall
Husnan, Suad. (2005) Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Keempat. Yogyakarta: AMP YKPN
Wibowo, Agus. (2017) Investasi Valuta Asing. Yoyakarta: CV. Andi Offset
Yong, J. S., and Unyong, P. (2019) “Liquidity hedging with futures and forward contracts”, Studies in Economics and Finance, Vol. 36 No. 2, pp. 265-290

Review Jurnal Analisis Opsi dan Future Nama / NIM : Yuni Mega Lestari / 17510175 Mata Kuliah : Analisis Sekuritas Dosen Mata Kuliah ...