Jumat, 01 Mei 2020

Analisis Opsi dan Analisis Future

Opsi Saham pada Pasar Modal di Indonesia 
(Studi Pasar Opsi Saat Pasar Opsi Masih Berlangsung di Bursa efek Indonesia)

Nama/NIM : Moh. Yusuf / 17510108
Mata Kuliah : Analisis Sekuritas
Dosen Mata Kuliah : M. Nanang Choiruddin, SE., MM

REVIEW JURNAL
Judul : Opsi Saham pada Pasar Modal di Indonesia (Studi Pasar Opsi Saat Pasar Opsi Masih Berlangsung di Bursa efek Indonesia)
Nama Jurnal Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Volume dan Halaman Vol. 2, No. 2 : hlm 300-312 :
Tahun : Oktober 2018
Penulis : Syanti Dewi dan Ishak Ramli
Reviewer : Moh. Yusuf 17510108
Tanggal : 30 April 2020

Latar Belakang
Pasar pertukaran opsi saham tidak berfungsi lagi di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan pasar pertukaran opsi data untuk periode berjalan 2007-2008 . Keberadaan instrument derivatif dalam dunia investasi sebenarnya masih menjadi pro dan kontra bagi sebagian masyarakat dan pakar keuangan. Dengan menggunakan derivatif maka investor atau pengusaha dapat mengalihkan risiko keuangannya karena mereka telah melindungi diri dari ketidakpastian (hedging the risk). Karena derivatif dapat dengan mudah diperdagangkan di pasar uang, maka derivatif dipercaya sebagai instrument yang likuid (mudah cair) karena investor atau pengusaha dapat meng-uang-kan derivatif di pasar uang dengan relatif cepat di kala mereka membutuhkan uang. Derivatif juga dapat menciptakan kredit dan ekuitas karena instrument derivatif memperluas sumber kredit dan ekuitas dengan menciptakan jenis kredit dan ekuitas yang baru. Ada lima faktor yang mempengaruhi nilai opsi antara lain : (1) nilai dari underlying asset; semakin besar harga dari underlying asset maka semakin besar nilai dari opsi call; (2) harga exercise, semakin rendah harga stike maka semakin besar nilai dari opsi call; (3) nilai waktu uang, opsi call merupakan hak untuk membeli aset suatu waktu di masa depan. Dan dikarenakan opsi merupakan pembelian di masa depan maka semakin besar biaya kesempatan, akan semakin besar pula nilai opsi; (4) volatilitas yang diharapkan, semakin besar volatilitas dari nilai underlying asset maka akan semakin besar pula nilai dari opsi saham; dan (5) time to maturity (periode waktu jatuh tempo). Dalam penelitian ini akan menguji kembali apakah faktor-faktor tersebut juga mempenaruhi psi jual dan beli di pasar opsi ketika masih berjalan.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk menguji apakah harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas harga saham, risk-free interest rate secara bersama-sama mempengaruhi harga opsi saham saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia.

Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh data transaksi opsi saham yang terjadi pada BEI pada empat saham perusahaan yang tercatat dalam seluruh kontrak opsi saham di BEI pada periode tersebut yakni PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Telekomunkasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bank Asia Central Tbk (BBCA).

Metode Penelitian
Analisis Data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda
Model Regresi Persamaan model regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitan ini yaitu :
OPSI= α + β1STO + β2STK + β3TTM + β4VOL + β5RF + e
Keterangan :
OPSI = Harga Opsi Saham
α = Konstanta
β1 = Koefisien regresi X1
STO = Harga Saham
β2 =Koefisien regresi X2
STK =Harga Strike
β 3 =Koefisien regresi X3
TTM = Time to Maturity
β4 =Koefisien regresi X4
VOL =Volatilitas Harga Saham
β5 =Koefisien regresi X5
RF = Risk-free Interest rate
e = error

Hasil Penelitian
Model Regresi: STO=Harga Saham, STK=Harga Strike, TTM=Time to Maturity,VOL=Volatilitas dan RF=Risk-free Interest Rate Mempengaruhi CALL=Harga Opsi Beli
CALL = -4,2476+0,6558STO+0,1637STK-0,0180TTM + 0,3251VOL + 10,5318RF +e
Kesimpulannya bahwa harga opsi beli paling besar dipengaruhi oleh suku bunga bebas risiko, setelah itu harga saham,volatilitas, harga strike dan time to maturity saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek ndonesia.
Analisis regresi linear berganda untuk harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate terhadap harga opsi beli memiliki koefisien determinasi sebesar 0.326557artinya sebesar 32,6557% proporsi variasi variabel dependen (harga opsi beli) dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen, yaitu dalam penelitian ini adalah harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate, sisanya 0,673443(67,3443%) dijelaskan oleh variabel lain seperti pembayaran dividen, transction cost, volume opsi, ukuran kontrak opsi, dan nilai waktu uang.

Model Regresi: STO= Harga Saham, STK= Harga Eksekusi, TTM= Time to Maturity, VOL= Volatilitas dan RF= Risk-free Interest Rate Mempengaruhi PUT= Harga Opsi Jual
PUT= -4,3265–4,0525STO+4,3971STK-0,0608TTM + 0,7470VOL + 34,7633RF +e
Kesimpulannya bahwa harga opsi jual paling besar dipengaruhi oleh suku bunga bebas risiko, setelah itu harga strike, harga saham,volatilitas dan time to maturity saat pasar opsi masih berlangsung di Bursa Efek Indonesia.
Analisis regresi linear berganda untuk harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate terhadap harga opsi jual memiliki koefisien determinasi sebesar 0.540887artinya sebesar 54,0887% proporsi variasi variabel dependen (harga opsi jual) dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen, yaitu dalam penelitian ini adalah harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate , sisanya 0,459113(45,9113%) dijelaskan oleh variabel lain seperti pembayaran dividen, transaction cost, volume opsi, ukuran kontrak opsi, dan nilai waktu uang.

Kesimpulan
Harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara bersama-sama signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa harga strike tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia, time to maturitytidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, volatilitas harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia, bahwarisk-free interest rate tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia.


KORELASI DENGAN TEORI ATAU REFERENSI

Harga saham, harga strike, time to maturity, volatilitas dan risk-free interest rate secara bersama-sama signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham baik itu harga opsi beli maupun harga opsi jual di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2008 saat pasar opsi masih berlangsung. Hasil penelitian ini menjawab sebagian harga opsi yang dikemukakan Bodie, Kane, Marcus (2002) bahwa harga saham, harga strike, volatilitas, time to maturity dan interest rate merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi. Karena ternyata pengaruhnya hanya sebesar 32,66%(opsi beli) dan 54,09% (opsi jual). Sedangkan di pasar opsi BEI harga opsi masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga underlying asset, harga strike, waktu jatuh tempo, volatilitas dan tingkat suku bunga (Lee Lowell, 2007). Sedangkan pada harga saham yang tidak menjukkan signifikan terhadap harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini sesuai dengan penelitian Benjamin Blau dan Chip Wade (2013) bahwa harga opsi kurang menyediakan informasi mengenai harga saham di masa yang akan datang.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa harga strike tidak signifikan mempengaruhi harga opsi beli di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini tidak sesuai dengan penelitian Alghalith, Floros dan Poufinas (2014) yang mengatakan dalam menemukan simplified option pricing formulas, harga opsi ditentukan oleh salah satu faktor dari underlying asset yaitu strike price. Selain itu, dalam time to maturity bahwa time to maturitytidak signifikan positif mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini sesuai dengan penelitian Markus Herzberg dan Philipp Sibbertsen (2004) yang mengatakan bahwa harga opsi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh lamanya waktu jatuh tempo. Kemudian pada volatilitas harga saham tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini tidak sesuai dengan penelitian Kroner, Kenneth F. dan Kneafsey, Devin P. dan Claessens, Stijn dan DEC (1993) yang mengatakan bahwa peramalan volatilitas yang tinggi akan akan menghasilkan harga opsi yang tinggi pula. Dalam risk-free interest rate juga tidak signifikan mempengaruhi harga opsi saham di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian sesuai dengan pendapat Fabozzi (2003) yang mengatakan bahwa tingkat suku bunga bebas risiko tidak termasuk dalam faktor yang mempengaruhi harga opsi.

REKOMENDASI UNTUK ANALISIS SELANJUTNYA
Untuk penelitia berikutnya, mungkin bisa mencari sampel dari negara yang masih menggunakan pasar opsi. Dengan menggunakan sampel yang terbaru dan menyediakan laporan transaksi yang ada akan memberikan gambaran lebih jelas dan dapat digunakan untuk acauan dalam melakukan transaksi di pasar modal. Mungkin akan ditemukan faktor-fakto lain yang dapat menyebabkan opsi jual mapun opsi belioleh investor yang menjadi pertimbangan untuk melakukanya.

DAFTAR PUSTAKA
Alghalith, Moawia, ChristosFloros dan Thomas Poufinas. (2014). Simplified Option Pricing Techniques.
Bodie, Kane, Marcuz. (2002). Investments. New York : McGraw-Hill.
Fabozzi, Frank. J. (2000). Manajemen Investasi. Jakarta : Salemba Empat
Herzberg, Markus dan Sibbertsen, Philipp. (2004). Pricing of Options Under Different Volatility Models.
Kroner, Kenneth F, Kneafsey, Devin P., Claessens, Stijin dan DEC. (1993). Forecasting Volatility in Commodity Markets. Vol. 1
Lowell, Lee. (2007). Get Rich With Options: Four Winning Strategies Straight from the  Exchange Floor. Second Edition. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.
















PENGARUH KONTRAK FUTURES INDEKS TERHADAP
VOLATILITAS UNDERLYING SPOT MARKET DI INDONESIA
Nama/NIM : Moh. Yusuf / 17510108
Mata Kuliah : Analisis Sekuritas
Dosen Mata Kuliah : M. Nanang Choiruddin, SE., MM

REVIEW JURNAL
Judul : Pengaruh Kontrak Futures terhadap Volatilitas Underlying Spot Market di Indonesia
Nama Jurnal : Jurnal Manajemen
Volume dan Halaman : Volume XXI, No. 01: 17-32
Tahun  :  Februari 2017
Penulis : Sukmawati Sukamulja dan Sony Fidanti
Reviewer: Moh. Yusuf
Tanggal : 1 Mei 2020

Latar Belakang
Setelah kemunculan kontrak futures banyak peneliti memperdebatkan bagaimana efek yang ditimbulkan dari perdagangan ini terhadap pasar saham. Setidaknya ada tiga argumentasi utama yang menjadi perdebatan dikalangan peneliti. Pendapat pertama mempercayai bahwa adanya kontrak futures (futures trading), dapat meningkatkan volatilitas pasar saham dengan adanya ketidakstabilan pada harga spot dari underlyingnya. Pendapat ini didukung oleh penelitian, misal Sharma dan Malhotra (2015) dan Yadev. Sebaliknya, pendapat lain mempercayai bahwa kontrak futures memiliki pengaruh yang baik terhadap harga underlying-nya. Menurut Kasman dan Kasman (2008)  futures trading menurunkan volatilitas pasar saham. Artinya, dengan adanya transaksi futures justru meredam gejolak harga spot di pasar aset penyertaannya. Peneliti lain berpendapat bahwa adanya kontrak futures indeks tidak meningkatkan ataupun menurunkan volatilitas harga spot. Artinya, munculnya kontrak futures tidak mempengaruhi harga underlying spot market nya . Xie dan Huang (2014) menemukan bahwa kemunculan indeks CSI 300 di pasar Shanghai tidak signifikan berpengaruh terhadap voltilitas spot price. Hal tersebut mendorong penelitian ini menjadi relevan dilakukan untuk menganalisis efek volatilitas yang ditimbulkan dari adanya LQ45 Futures pada periode sebelumnya untuk membantu mengantisipasi kemunculannya pada periode kedua ini.

Tujuan
Penelitian ini bertujuan menganalisis efek yang ditimbulkan dari adanya kontrak futures indeks (LQ45 Futures) yang berpengaruh terhadap volatilitas indeks underlyingnya, yaitu indeks LQ45. Selanjutnya, apabila benar terjadi “futures effect,” bagaimana respon pasar terhadap informasi tersebut terkait dengan fenomena market efficient.

Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah 45 saham perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45  yaitu perusahaan yang menjual kontrak future.
Metode Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan harian dari indeks LQ45 periode 2000 sampai 2009. Data diklasifikasikan berdasarkan periode sebelum (prefutures: 10 Oktober 2000-10 Agustus 2001, dengan 206 observasi) dan sesudah (postfutures: 13 Agustus 2001-13 Agustus 2009, dengan 1946 observasi) keberadaan kontrak futures indeks.
Untuk melihat pengaruh transaksi futures terhadap volatilitas underlying spot digunakan Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) untuk pasar LQ45 futures. Pengukuran volatilitas pada data time series. Terdapat dua perhitungan dalam model GARCH, yaitu: pertama, mean equation (Yt) –ditunjukan dalam rumus (2), untuk melihat pengaruh (effect) yang ditimbulkan adanya peristiwa, dalam hal ini adakah pengaruh yang ditimbulkan dari keberadaan kontrak futures pada volatilitas aset penyertaannya (underlying assets). Kedua, variance equation (ht) –ditunjukan dalam rumus (3), berguna untuk melihat pengaruh jangka panjang dari sebuah peristiwa, dalam hal ini pengaruh keberadaan kontrak futures pada efisiensi pasar dari aset penyertaannya.

Hasil Penelitian
Terjadi penurunan volatilitas sepanjang periode setelah kontrak futures indeks. Akan tetapi, bila dilihat dari nilai probabilitas variable DUMMY sebesar 0,2728 lebih besar dari 0,05 (alfa), dapat dikatakan bahwa nilai tersebut tidak signifikan. Artinya, penurunan volatilitas pada underlying spot market di Indonesia tidak dipengaruhi oleh keberadaan kontrak futures indeks, meskipun terjadi penurunan pada periode setelah kontrak futures indeks, maka H1 tidak didukung.
Koefisien ARCH menunjukan adanya pengaruh dari munculnya berita baru di pasar, sedangkan koefisien GARCH menunjukan adanya pengaruh dari berita lama di pasar Apabila nilai koefisien ARCH lebih besar dari nilai koefisien GARCH pada periode pre-futures, maka berita baru lebih dihargai (lebih dominan) daripada berita lama, artinya terjadi efisiensi pasar. Nilai koefisien ARCH dan GARCH, dapat digunakan untuk menyelidiki sensitivitas
pasar spot terhadap informasi atau untuk melihat efisiensi pasar dengan membandingkan kondisi pre- dan post-futures. Hasil ini menunjukkan bahwa H2 didukung dan telah terjadi peningkatan efisiensi pasar setelah kemunculan kontrak futures indeks.

Kesimpulan
Hasil pengujian pada return indeks LQ45 menemukan bahwa telah terjadi volatilitas yang rendah selama keberadaan kontrak futures indeks. Akan tetapi, volatilitas ini bukan dipengaruhi oleh kontrak futures indeks. Artinya kemunculan transaksi kontrak futures tidak berpengaruh terhadap volatilitas underlying spot nya. Hasil pengujian pada return indeks LQ45 periode sebelum dan setelah kontrak futures indeks menunjukan peningkatan efisiensi pasar terutama setelah kemunculan kontrak futures indeks.

KORELASI DENGAN TEORI ATAU REFERENSI
Ada tiga pendapat mengenai hubungan antara pasar futures dengan pasar aset penyertaannya. Penelitian terbagi ke dalam tiga (3) kelompok. Kelompok pertama menyatakan bahwa ketidakstabilan transaksi futures meningkatkan volatilitas underlying spot market . Stock Exchange (ISE) dengan model asymmetric GARCH (EGARCH) pada periode Juli 2002-Oktober 2007, menemukan bahwa transaksi futures menurunkan volatilitas pasar spot, baik pengaruh jangka panjang maupun jangka pendek.  Kelompok ketiga menyatakan bahwa tidak ada pengaruh signifikan munculnya transaksi futures terhadap volatilitas underlying spot market.  Dalam penelitian yang telah dilakukan telah diketahui bahwa telah terjadi peningkatan efisiensi pasar setelah kemunculan kontrak futures indeks.  Hasil Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Debasish (2009), Saravanan dan Deo (2010), dan Lee et al. (2014). Lee et al. (2014) menyampaikan argumennya mengenai perdagangan futures yang mampu meningkatkan kecepatan dan kualitas arus informasi ke spot market. Kemunculan kontrak futures indeks merupakan salah satu pengumuman yang memiliki kandungan informasi. Pengumuman yang memiliki kandungan informasi dan dinilai sebagai berita baik/good news akan direspon positif oleh investor. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya return disekitar pengumuman peristiwa.

REKOMENDASI UNTUK ANALISIS SELANJUTNYA 
Karena terbatasnya penelitian ini yang disebabkan terbatasnya periode kontrak future yang ada di indonesia maka untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa mencari sampel lainya baik itu perdagangan future yang ada di negara lain sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap feneome kontrak future. penelitian lanjutan dapat mengembangkan dengan metode GARCH lainnya dan menguji adanya market shock dengan membagi ke dalam sensitivitas tinggi dan rendah seperti yang dilakukan oleh Nomikos dan Pouliasis (2011). Pengujian peningkatan efisiensi pasar juga dapat dilakukan dengan menguji bid-ask spread dan market depth seperti yang dilakukan oleh Spyrou (2015) serta membagi ke dalam inform investor dan uninform investor atau antara hedger dan speculative investor.

DAFTAR PUSTAKA
Debasish, S. S. (2009) Effect of futures trading on spot-price volatility: evidence for NSE Nifty using GARCH. The Journal of Risk Finance 67-77.
Kasman A., dan S. Kasman. (2008). The impact of futures trading on volatility of the underlying asset in the Turkish stock market. Physica A: Statistical Mechanics and its Applications 387 (12), 2837–2845.
Lee, C.L., S. Stevenson, dan M. L. Lee. (2014) Futures trading, spot price volatility and market efficiency: evidence from European real estate securities futures. The Journal of Real Estate Finance and Economics 48 (2), 299–322.
Nomikos, N.K., dan P.K. Pouliasis. (2011) Forecasting petroleum futures markets volatility: the role of regimes and market conditions. Energy Economics 33, 312- 33
Spyrou, S.I. (2015) Index futures trading and spot price volatility evidence from an emerging market. Journal of Emerging Market Finance 4(2), 151-167
Saravanan, G., dan M. Deo (2010) Impact of futures and options trading on the underlying spot market volatility in India. International Review of Applied Financial Issues and Economics, 213-228.
Sharma, K.D., dan M. Malhotra. (2015) Impact of futures trading on volatility of spot market-a case of guar seed. Agricultural Finance Review 75 (3), 416 - 431.
Xie, S., dan J. Huang. (2014) The impact of index futures on spot market volatility in China. Emerging Markets Finance & Trade, 167-177

4 komentar:

Review Jurnal Analisis Opsi dan Future Nama / NIM : Yuni Mega Lestari / 17510175 Mata Kuliah : Analisis Sekuritas Dosen Mata Kuliah ...